BREAKING NEWS

Sabtu, 05 Desember 2015

Seminar Perempuan Dewasa: Mengurangi KDRT

SETELAH dibuka secara resmi oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Seminar Sehari tajaan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Karimun dengan tema "Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah Warahmah Guna Meminalsir KDRT, Memaksimalkan Perlindungan Terhadap Perempuan" berjalan lancar, aman tapi alot. Kok alot? Ya, karena banyak yang ingin bertanya tapi hanya sedikit yang mendapat layanannya. Alasan waktu menjadi pokok permasalahan oleh panitia. Meskipun sehari suntuk, tidak ada yang mengantuk, sayangnya masih banyak yang terpaksa sekadar mengangguk-angguk. Peserta banyak yang ingin bertanya, tapi terasa masih kurang masa alias waktunya.

Para peserta tampak begitu bersemangat dan bergairah mengikutinya. Begitu bergairahnya mereka, seminar yang dilaksanakan hari Kamis (03/12/15) pagi hingga ke petang, itu tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Meski pula ada tujuh narasumber yang menjadi sandaran harapan peserta mendapatkan materi, tapi tetap saja terasa tidak cukup oleh peserta kesempatan dan materinya. Dengan jumlah peserta yang juga tidaklah sedikit melihat ukuran dan kapasitas gedung Nasional yang dipakai sebagai tempat seminar, sesungguhnya seminar yang baru pertama kali dilaksanakan oleh MUI tahun ini memang dapat disebuat berjalan dengan baik tapi tidak memuaskan. Gedung itu terasa sempit dengan jumlah peserta 200 orang itu memang karena riuh-rendahnya perjalanan seminar itu sendiri.

Menurut informasi panitia, seminar yang merupakan program dari Komisi Pemberdayaan Perempuan, Pemuda, Remaja dan Keluarga, MUI Kabupaten Karimun, itu diikuti oleh para ibu dari BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Karimun, ibu-ibu dari organisasi Islam seperti Aisyiah Muhammadiyah, Muslimat NU dan beberapa utusan perempuan lainnya. Sementara nara sumbernya berasal dari Karimun sendiri, antara lain Ketua MUI Kabupaten (H. Azhar Hasyim), Kakankemenag Kab. Karimun (H. Afrizal), Pengurus BKMT Kabupaten (diisi oleh salah seorang Ketua Seksi: Hj. Zuraidah), dari Mapolres Karimun (Kabid Binmas: Zega). Tiga orang lagi, Engkun Ayatullah Siddiq, H. Rahman Nurani dan Hj. R. Arnadi S yang masing-masing membawa materi sesuai tema seminar.
Ketua MUI, Azhar Hasyim Memberi Materi

Pelaksana (petugas) seminar yang dilaksanakan oleh MUI dengan ujung tombak pelaksana oleh Komsi Pemberdayaan Perempuan, Pemuda, Remaja dan Keluarga, ini sepenuhnya dilaksanakan oleh para pengurus MUI Kabupaten dengan dibantu oleh beberapa orang dari Masjid Agung Karimun. Sejak pagi, di hari Kamis itu para pelaksana sudah berada di Gedung Nasional. Sebelum pukul 07.45 diharapkan urusan registrasi sudah selesai. Itulah sebabnya mereka sedari pukul 07.00 sudah hadir di lokasi untuk melakukan registrasi terhadap semua peserta yang sebelumnya sudah didaftarkan ke Kantor MUI.

Tepat pukul 08.20 acara pembukaan dimulai. Seharusnya sesuai rencana, seremoni pembukaan akan dimulai pukul 08.00 tepat sesuai permintaan bupati. Menurut ajudan orang nomor satu di kabupaten itu, Pak Bupati akan mengikuti acara lain lagi setelah usai pembukaan itu. Itulah sebabnya dia meminta acara dimulai agak pagi. Dan setelah dia sampai di gedung, memang langsung acara pembukaan dilaksanakan dengan diawali pembacaan alquran oleh ustaz Marwan. Selanjutnya berturut-turut sambutan Ketua MUI dan bupati sendiri.

Pak Azhar, Ketua MUI dalam sambutan 'sekapur sirih' ketika acara pembukaan menjelaskan latar belakang penyelenggaraan seminar yang khusus untuk perempuan dewasa itu. Dari beberapa kegiatan MUI pada tahun 2015 ini, memang sudah direncanakan akan mengadakan kegiatan khusus ibu-ibu ini, kata Ketua MUI yang juga Ketua FKUB Kabupaten itu. Dia berharap para ibu-ibu dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bersungguh-sungguh. "Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagaimana membina rumah tangga yang sakinan, mawaddah warahmah sebagai cita-cita kita sesuai tuntunan agama. Jangan sampai rumah tangga kita bermasalah karena tidak memahami seluk-beluk rumah tangga." Begitu antara lain dia menjelaskan, selain juga menjelaskan beberapa kegiatan MUI selama tahun 2015 ini.

MUI Karimun tercatat telah melaksanakan beberapa program dalam dua bulan terakhir ini. Setelah melaksanakan pengukuhan pengurus MUI Kecamatan Ungar dan Belat di Alai  Ungar dan di Penarah Belat beberapa waktu lalu, terakhir pada hari Selasa (01/12) lalu juga telah dilaksanakan pengukuhan MUI Kecamatan Meral Barat.  Selanjutnya Ketua MUI juga menjelaskan satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Komisi Tarbiyah dan Pendidikan beberapa waktu lalu. Kegiatan ini khusus untuk para generasi muda dengan tema Pembinaan dan Pengenalan MUI Bagi Generasi Muda. Kegiatan itu sudah berlangsung dan dilaksanakan di aula Kankemenag Karimun. Catatan kegiatan itu juga ada di website ini.
Suasana perserta dan undangan pembukaan

Pak Bupati dalam sambutan pengarahannya, panjang lebar menjelaskan peranan MUI dalam membina dan membimbing umat Islam khususnya di Bumi Berazam, Karimun. "Dengan tema Keluarga Sakinah ini, diharapkan keluarga dan rumah tangga di kabupaten kita ini menjadi keluarga yang baik, harmonis dan membahagiakan," pesannya. Bupati juga membeberkan tingginya tingkat perceraian yang tercatat di pengadilan. Menurut bupati ada kurang lebih 500-an pasangan rumah tangga yang bercerai akibat tidak bisa harmonisnya rumah tangga mereka. "Mengapa ini terjadi?" tanya Pak Aunur Rafiq.

Dia juga yang memberikan jawaban untuk pertanyaan di atas. Salah satu sebabnya menurut bupati adalah karena tidak harmonisnya kehidupan dalam rumah tangga. Selalu ada masalah yang menggerogoti keharmonisan rumah tangga. Hararpan keluarga sakinah, mawaddah warohmah itu tidak terwujud. Akibatnya perceraian itulah yang terjadi. Bupati pun tidak menapikan kemungkinan adanya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dalam badai rumah tangga kita. Inilah perlunya nanti pencerahan dalam seminar ini, katanya.

Bupati sangat berharap, jika KDRT masih menjadi persoalan dalam rumah tangga, maka dengan seminar sehari ini mari kita pahami bagaimana sebaiknya menghilangkan dan atau minimal mengurangkan kekerasan itu di rumah tangga kita. Begitu bupati berpesan dalam sambutannya. Lebih jauh bupati mengingatkan pentingnya memelihara dan membina rumah tangga yang harmonis, nyaman dan membahagiakan. Anak-anak dan keluarga akan sangat ditentukan oleh keharmonisan rumah tangga dalam perjalanannya sehari-hari. Anak-anak dan keluarga lainnya akan ikut menjadi korban jika rumah tangga berantakan disebabkan tetap berlangsungnya KDRT di dalam keluarga.

Banyak sekali pesan dan ajaran dari Pak Rafiq (begitu dia disapa) dalam sambutan pengarahannya. Beberapa kali dia juga mengutip ayat-ayat alquran untuk memperkuat argumen amanahnya. Satu per satu istilah sakinah, mawaddah dan rahmah itu dia kupas dan jelaskan pengertiannya. Para peserta seminar dan tamu-undangan yang mengikuti acara pembukaan itu terkesima mendengarkan nasehat Pak Bupati.

Acara pembukaan seminar ditutup dengan pembacaan doa oleh salah seorang pengurus MUI Kabupaten, Usman. Selanjutnya istirahat selama 10 menit sebelum acara inti, Seminar Sehari dilaksanakan. Dalam seminar itulah kelihatan bagaimana terasa sempitnya waktu satu hari yang disediakan. Begitu antusiasnya para ibu mengikuti seminar, banyak sekali yang ingin bertanya ketika sesi tanya-jawab. Sayangnya, panitia kelihatan sekali membatasi waktu untuk bertanya. Setiap sesi, hanya ada jatah untuk satu orang saja yang bertanya. Banyak yang mengacungkan jari untuk bertanya, tapi setiap sesi hanya ada satu, maksimal dua orang saja yang diberi kesempatan bertanya. Panitia memang terpaksa melakukan pembatasan mengingat jumlah narasumber yang banyak. Semoga seminar itu dapat memberi pencerahan kepada para ibu untuk menjalankan bahtera rumah tangganya.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.