BREAKING NEWS

Kamis, 02 April 2015

Latihan Keterampilan dari Doa

SETIAP pagi setelah siswa masuk kelas dan akan memulai pembelajaran, yang pertama dilakukan adalah berdoa. Lazimnya doa langsung dipimpin oleh salah seorang siswa, bisa ketua kelasnya atau siswa lain yang ditunjuk atau disepakati. Jarang sekali yang langsung dipimpin oleh gurunya. Doa dibacakan pada awal jam pertama saja. Itu kelaziman di beberapa sekolah. Boleh jadi ada model lainnya.


Suatu hari, ketika saya iseng mencoba bertanya kepada beberapa siswa perihal makna doa yang mereka ucapkan (kebetulan doanya berbahaa Arab) ternyata hampir semuanya menyatakan tidak tahu. Tentu saja saya terkejut, mereka meminta (berdoa) tapi mereka tidak tahu apa yang mereka minta. Aneh, jadinya. Lalu saya minta ulang bacaan doa yang baru saja mereka ucapkan secara bersama-sama itu. Dan saya jelaskan maknanya. Baru mereka mengerti apa yang mereka minta dalam doanya tadi.

Pada kesempatan lain, di kelas lain, saya juga pernah bertanya perihal doa ini. Karena doanya memang berbahasa Indonesia, saya percaya mereka akan memahami apa yang mereka minta dalam doanya. Lalu saya bertanya, apa yang terpikirkan ketika berdoa tadi. Saya ingin mereka jelaskan tentang sesuatu yang mereka pikirkan atau mungkin rasakan pada saat mereka mengucapkan doa ketika akan memulai pembelajaran itu.

Ternyata mereka juga tidak bisa menjawab pertanyaan saya. Semuanya diam sambil melongok ke kiri ke kanan ke teman. Apakah benar mereka tidak memikirkan apapun pada saat mereka berdoa? Itu pertanyaan yang terbersit di hati saya. Saya sebenarnya, selain benar-benar ingin tahu yang mereka pikirkan ketika membaca/ mengucapkan doa, juga sekaligus ingin melatih mereka untuk berbicara sebelum memulai pembelajaran. Saya ingin menjadikan doa itu sebagai salah satu latihan penguasaan materi pembelajaran sebelum benar-benar memberikan materi lain.

Sebagai guru Bahasa Indonesia, tentu saja dari 4 (empat) keterampilan yang diajarkan dalam berkemampuan bahasa itu, saya ingin keterampilan 'berbicara' --salah satunya-- selalu dapat dilatihkan di awal pembelajaran atau pada kesempatan lainnya. Saya ingin selalu menggunakan kesempatan untuk memperlancar keterampilan berbicara. Peribahasa, 'lancar kaji karena diulang,' benar-benar ingin saya buktikan.

Sayangnya, itu tadi. Ternyata para siswa tidak juga bisa menjelaskan dengan kalimatnya sendiri mengenai apa yang saya tanyakan. Hanya mengulangjelaskan inti atau isi doa saja, ternyata tidak atau belum bisa. Maka menurut saya, perlu doa ini juga dijadikan sebagai salah satu topik atau strategi latihan pembelajaran, khususnya untuk Mata Pelajaran (MP) Bahasa Indonesia. Bahkan, bisa lebih luas untuk MP lainnya. Tidak juga hanya MP Pendidikan Agama dan PPKn saja yang bisa dikaitkan dengan doa. MP lainnya pun bisa.

Akankah rekan-rekan guru menganggap perlu? Tentu terpulang kepada guru masing-masing. Sebagai guru MP Bahasa Indonesia, sungguh momen yang baik menjadikan doa pagi itu sebagai pembuka latihan materi dalam MP ini. Selain keterampilan berbicara, bisa juga pada keterampilan menulis dan mendengarkan. Jika doanya dibaca, maka keterampilan membaca pun bisa diperlancar dengan doa setiap pagi itu. Semoga!***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.