BREAKING NEWS

Sabtu, 03 Januari 2015

Catatan Liburan: Solat di Masjid Pakistan

TIDAK pernah saya bayangkan sebelumnya kalau saya akan solat di masjid Pakistan itu. Ketika berjalan-jalan sore dengan isteri tercinta, saya melihat masjid itu. Padahal saya tahu kalau mencari masjid sangatlah sulit di situ. Saya katakan kepada isteri, bahwa nanti saya mau solat di masjid itu. Tentu saja isteri saya tidak akan menolaknya.

Senin (29/ 12/ 14) itu saya tengah berada di Kota Hatyai, Songkhla, Thailand. Itu hari kedua dari rencana lima hari liburan akhir tahun 2014 bersama teman-teman. Kami berangkat dari Karimun melalui Kukup, Johor Baru, Malaysia pada hari Ahad sebelumnya. Dari Karimun menggunakan KM Tuah dan melanjutkan perjalanan dengan Bus Pariwisata Malaysia, Rajawali Bintang Travel. Setelah semalam suntuk di dalam bus, paginya kami sampai di Bukit Kayu Hitam, daerah perbatasan Malaysia- Thailand. Sejenak berhenti di tempat peristirahatan untuk mandi, solat dan sarapan. Lalu melanjtkan perjalanan ke Songkhla, Thailand.

Setelah seharian berkeliling di kota Hatyai, sore itu kami pergi mencari makan sore. Mencari makanan yang halal memang tidak mudah di negeri gajah itu. Makanya saya dan isteri sambil berjalan sore juga melihat-lihat di mana ada orang berjualan dengan makanan dan minuman yang halal. Waktu berjalan-jalan itulah saya melihat sebuah masjid. Namanya Masjid Pakistan.

Selepas makan sore itu, saya dan isteri dan beberapa teman lain kembali akan ke hotel. Dari pasar tempat menjual makanan ke hotel Holiday Hatyai memang melewati masjid itu. Itulah sebabnya, ketika waktu maghrib sudah masuk, saya dan isteri langsung saja berbelok ke pekarangan masjid Pakistan itu untuk solat magrib. Saya langsung menunaikan solat isya secara jamak dengan magrib.

Nah, masjid Pakistan yang saya maksud ini adalah sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap selama di kota Htayai, Songkhla, Thailand. Mula-mula saya agak ragu dengan nama masjid itu. "Kok namanya sama dengan sebuah negara?" tanya saya dalam hati. Saya mencoba mencari-cari nama lain selain Pakistan itu. Tapi saya tidak menemukannya. Saya hanya melihat tulisan Jawi atau huruf Arab berukir di atas semen di halaman masjid itu dengan nama Pakistan.  Berarti itulah nama masjid itu, kata saya dalam hati.

Saya menduga, masjid itu boleh jadi dibangun oleh masyarakat keturunan Pakistan yang bertempat tinggal di Thailand selatan itu. Sebagai negara bagian dengan jumlah masyarakat muslim yang signifikan, tentu saja mereka memerlukan masjid untuk menghambakan diri kepada Tuhan. Dan bagi muslim, masjid itu adalah bangunan pokok yang setiap pekan akan dipakai untuk solat jumat.

Saya benar-benar merasa mendapatkan pengalaman berharga karena berkesempatan solat di masjid dengan nama sebuah negara, Pakistan. Saya tahu, Pakistan adalah negara Islam yang bertetangga dengan Afganistan dan India. Saya juga tahu, ramai sekali warga Pakistan meninggalkan negaranya untuk mengadu nasib di negeri lain. Boleh jadi, sebagian mereka itulah yang membangun masjid itu. Ketika saya solat itu, saya juga melihat kalau jamaahnya hampir semuanya berwajah Pakistan. Terima kasih, ya Allah, Engkau telah takdirkan saya solat di masjid di negeri gajah itu. Semoga ibadah kami diterima-Nya, amin.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.