BREAKING NEWS

Anekdok

NAIK?

Ketika itu saya masih di PGA Pekanbaru. Sekitar tahun 1977 silam. Sudah sangat lama, memamng. Tapi kisah ini masih segar dalam ingatan saya. Sudah pernah saya kirimkan ke majalah Trubus, Jakarta sebenarnya. Dan sudah dimuat waktu itu. Saya ulang tulis di halaman ini, sekadar obat suntuk, penghilang rasa jenuh karena banyaknya pekerjaan sehari-hari. Kisahnya lucu menurut saya.

Kisah ini adalah kisah seorang siswa (pelajar) yang tengah berjalan kaki, dari sekolahnya ke rumah tempat tinggal. Berjalan sendiri di tengah teriknya matahari siang, tentu saja siswa ini akan berjalan serius, lurus mengikuti lurusanya jalan menuju rumahnya.Siswa itu, ya saya sendiri.

Jangan ditanya motor yang dipakai siswa, waktu itu. Tahun 70-80-an, tentu saja kehidupan masyarakat masih sederhana saja. Siswa punya motor? Ah, saya tidak menemukannya pada tahun-tahun itu di sekolah saya. Apalagi saya yang ayah dan ibu hanya kerja serabutan di kampung (Airtiris) sana. Malah sepeda saja tidak punya. Kebanyakan guru, bahkan masih memakai sepeda untel karena sepeda itulah yang dimiliki waktu itu. Begitu banyak guru, hanya beberapa orang saja yang sudah mempunyai sepeda motor.

Siang itu, sehabis menerima rapor, lelaki yang siswa itu berjalan kaki dari sekolah ke rumahnya. Teriknya matahari tidak membuat dia malas berjalan. Sudah biasa dan hari-harinya dari rumah ke sekolah atau sebaliknya adalah berjalan kaki. Jadi, pelajar itu berjalan serius saja di teriknya siang bolong itu.

Tapi hari ini, siswa ini berjalan sambil membuka-buka rapor yang baru sebentar tadi diterima di sekolah. Kebetulan di sekolah baru saja pembagian rapor semester genap. Dia kembali memperhatikan nilai-nilainya yang ada di buku rapor sambil terus melangkah menyusuri tepian jalan itu. Sesekali siswa ini tersenyum kecut melihat nilainya yang tidak memuaskan hatinya. Tapi dia tetap bangga karena dia tetap naik ke kelas lebih tinggi.

Ketika tengah asyik berjalan sendiri sambil membolak-balik buku rapor dia mendengar suara sepintas bagaikan orang menyapa dari sebelah kanan dia berjalan kaki. Seorang laki-laki yang tengah naik sepeda, menegurnya, "Naik?" tanya bapak yang ternyata gurunya itu. Dia kaget dan memalingkan mukanya ke arah bapak yang tetap mendayung sepedanya meskipun dengan jalan yang lebih lambat.

Tanpa pikir panjang, siswa ini langsung saja meloncat ke atas sepeda bapak itu. Dia sudah biasa meloncat, menaiki sepeda yang sedang berjalan. Lalu dia duduk dengan tenang di belakang bapak itu. Kebetulan Pak Amir memang satu jalur perjalanan ke rumah-masing. Tentu saja Pak Amir kaget. Dia tidak menyangka kalau muridnya itu berani dan serta-merta meloncat ke atas sepedanya. Dia sebenarnya hanya bertanya apakah naik kelas atau tidak. Tapi siswanya itu malah naik ke atas sepedanya.

Dengan perasaan geli sendiri, Pak Amir meneruskan saja mendayung sepedanya. Siswanya sendiri sepertinya sudah duduk tenang di belakangnya. Pak Amir kembali mencoba bertanya, "Apakah naik kelas?" tanyanya lagi.

Tiba-tiba saja siswanya geli sendiri. Perasaanya seperti ikut geli karena merasa bersalah naik ke atas sepeda gurunya. "Jangan-jangan tadi, Pak Amir memang hanya bertanya tentang kenaikan kelas. Bukan menyuruh naik ke atas sepedanya." Hatinya berkata begitu sambil tetap duduk di belakang Pak Amir.

Menjelang hampir sampai ke simpang rumah masing-masing, Pak Amir bertanya kembali. "Kamu naik? Maksud, bapak, naik kelas?" Siswa itu memang belum menjawab pertanyaan tadi hingga Pak Amir mengulangi sekali lagi.

Baru dia sadar, kalau bapak itu sebenarnya tidak menyuruhnya naik sepeda. Tapi bertanya, apakah dia naik kelas. Haha, dia malu sendiri ketika kembali turun menjelang simpang ke rumahnya. Sepuluh menit dia duduk manis di belakang bapak itu, dia sama sekali tidak tahu kalau dia sudah salah dengar pertanyaan bapak itu. Waduh, katanya dalam hati. "Pak, Pak saya naik kelas. Terima kasih ya Pak." Jawabnya sambil meloncat turun dari sepeda Pak Amir.*** (M. Rasyid Nur, dari kliping lama)


Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.