BREAKING NEWS

Selasa, 31 Mei 2016

Puisi

Oleh K.damhaR



Air Mataku yang terkahir

Sudah saatnya kapal ini kau layarkan.
Meninggalkan dermaga hatiku yang telah kau singgahi.
Berlayarlah jauh sejauh mata yang tak mampu memandang.
Sangat jauh dari hingar bingar yang dapat ku dengar.
Hingga bayang mu tak menari di lensa, nyanyi mu tak memerdukan telinga.

Minggu, 29 Mei 2016

Wisuda Seribu Hafiz Kepri, Wow

SEBUAH harapan mulia. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyatakan harapannya, suatu hari nanti adanya Wisuda Seribu Hafiz di Provinsi Kepri. Wow, seribu penghafal alquran mengikuti wisuda di level provinsi. Jumlah yang sangat besar untuk ukuran Provinsi Kepri yang baru lahir 14 tahun silam. Dengan Undang-undang No 25 Tahun 2002 provinsi 'segantang lada' lahir sebagai pemekaran Provinsi Riau. Karena berbagai hal, dua tahun (2004) baru ada seorang pelaksana tugas gubernur. Dan secara defenitif baru ada setahun berikutnya memiliki gubernur, Ismeth Abdullah.

Jumat, 27 Mei 2016

MTQ Mengejar Juara, Menipu Daya

SEJATINYA ajang MTQ (Musbaqoh Tilwatil Quran) adalah kesempatan berlomba dalam kebaikan. "Fastabiqul khairaat," kata kata Tuhan dalam alquran. Berlomba-lombalah untuk kebaikan, begitulah perintah-Nya. Tidak dilarang hamba-Nya berlomba asal dalam koridor kebaikan dan ketakwaan. Bersaing secara sehat dan demi amanat, tidak ada salahnya. Justeru dianjurkan.

Kamis, 19 Mei 2016

Menanti Konsistensi Kesepakatan MKKS

UNTUK menghadapi rencana penerimaan peserta didik baru pada tahun pelajaran baru (2016/ 2017) Juni-Juli nanti, para Kepala SMA/ MA/ SMK se-Kabupaten Karimun telah bersepakat untuk tidak lagi menerima siswa berlebihan sehingga menyebabkan siswa menjadi korban. Hak peserta didik untuk mendapatkan masa belajar selama 45 (empat puluh lima) menit sesuai Standar Nasional Pendidikan untuk setiap jam pelajaran tidak terpenuhi. Alasannya, karena sekolah terpaksa menggunakan sistem double sheef alias belajar pagi-sore. Alasan ikutannya adalah karena kekurang ruang belajar. Dan pasti masih bisa diperpanjang alasan ini.

Minggu, 15 Mei 2016

Mengganti Angka dengan Sikap

"RATA-rata nilai UN (Ujian Nasional) tahun 2016 menurun, tapi indeks integritas meningkat". Itu pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan ketika memberi penjelasan hasil UN yang baru saja diumumkan hasilnya pada hari Sabtu (07/05) itu. Di antara rendah dan menurunnya nilai rata-rata UN SMA sederajat di satu sisi, dan kian tingginya nilai indeks integritas pelaksanaan ujian di sisi lain, tentu saja bisa bermakna ganda pernyataan Pak Menteri itu. Jika berharap nilai tinggi (angkanya), ini jelas berita tidak baik. Tapi jika berharap pelaksanaan UN semakin jujur (sikapnya), inilah berita terbaiknya. Lalu bagaimana kita memandangnya?

Kamis, 12 Mei 2016

Tersesatlah Aku

Dari Google.com

Puisi
(M. Rasyid Nur)


ketika mata tak lagi
melihat ketika telinga tak lagi
mendengar ketika hati tak lagi
merasa ketika pikiran tak lagi
terluruskan
di jalan-nya

Selasa, 10 Mei 2016

Meluruskan Pandangan Siswa tentang Lulus UN

HARUS segera diluruskan pandangan peserta didik (siswa) kita perihal lulus, khususnya 'lulus UN'. Kata lulus di sekolah lazimnya dipasangkan dengan kata 'ujian', 'UN', 'satuan pendidikan' dan lain-lain, sehingga menjadi frase lulus ujian, lulus UN, lulus satuan pendidikan, dan seterusnya. Untuk yang terakhir --lulus satuan pendidikan-- ini sering juga disebut dengan istilah lulus sekolah.

Minggu, 08 Mei 2016

Siraman Kembang, Corat-coret Baju Semoga Dibuang

INILAH cara baru dan untuk pertama kali berlaku: penyerahan hasil UN disirami air kembang. Ide yang seolah nyeleneh, namun cukup inovatif dan brilian ini dilakukan salah satu sekolah di Pulau Karimun dalam acara pengumuman kelulusan UN. Sebelum setiap siswa menerima ampelop berisi pengumuman kelulusan, mereka terlebih dahulu disiram air kembang yang sudah didoakan. Tentu saja doanya berisi harapan, kiranya para siswa menerima dengan ikhlas hasil apapun dari UN yang mereka sudah lewati. Lebih dari itu, harapan akan keselamatan untuk warga sekolah yang akan melepaskan siswa kelas XII.

Pengumuman UN: Lulus Tapi Belum Lulus


BOLEHLAH bangga sejenak. Ketika Kepala Sekolah mengumumkan kelulusan sore Sabtu (07/05) itu, tentu saja rasa gembira membuncah bagi yang dinyatakan lulus. Lulus? Ya, lulus dari satuan pendidikan. Lulus dari sekolah tempat belajar selama tiga tahun dan berhak mendapatkan selembar ijazah yang menyatakan 'lulus' dari sekolah. Dengan ijazah itu pula peserta didik dianggap sudah boleh melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau akan bekerja dengan status tamat SMA/ MA/ SMK.

Jumat, 06 Mei 2016

GNM, Antara Politik dan Ibadah

SPANDUK Gerakan Nusantara Mengaji (GNM) itu bertebaran di banyak tempat, di Ibu Kota Kabupaten Karimun. Atau boleh jadi, juga ada di tempat-tempat lain di luar Karimun. Di spanduk itu, selain tulisan berbunyi "Selamat dan Sukses - Nusantara Mengaji - 300.000 Khataman Alquran Serentak se-Indonesia - 7-8 Mei 2016" ada juga foto tokoh tertentu di situ. Pencitraan? Semua orang boleh jadi menyimpulkan begitu. Spanduk dengan menampilkan wajah orang, otomatis wajah foto itu akan bernilai pencitraan. Itu sudah hukum dugaan.

Kamis, 05 Mei 2016

'Kartini-Kartini' itu Main Futsal

HARI Sabtu, di sekolah ini biasanya setelah Senam Pagi dilanjutkan dengan aktivitas ekstrakurikuler (ekskul). Tapi hari Sabtu (30/04) kemarin itu para siswa SMA Negeri 3 Karimun ini tidak mengisi waktu --pasca senam-- dengan latihan dan praktik ekskul sebagaimana biasa itu. Ada hajatan besar, ternyata. Hari ini mereka mengadakan kegiatan yang juga penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Rabu, 04 Mei 2016

Ketika Bupati Ikut Menari

SEBENARNYA liyak-liyuk bupati bak orang menari itu adalah atraksi senam kesegaran jasmani. Senam yang diperagakan oleh para 'bocah-cilik' yang masih berusia dini itu tampil pasca apel besar memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tapi bupati, menyempatkan diri ikut bersama putra-putri calon generasi pengganti itu untuk bersenam pagi. Bak seorang penari, bupati meliuk-liukkan badan dan tangan mengikuti irama senam pagi yang dibawakan oleh anak-anak Paudni se-Kabupaten Karimun itu.

Senin, 02 Mei 2016

Hardiknas: Jika Guru Mau, Siswa pun Mau

KEMBALI kita memperingati Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) 2 Mei 2016 ini. Sebagai masyarakat pastilah kita berharap mengenang hari pendidikan kiranya akan mengingatkan kita akan fungsi dan tanggung jawab kita dalam usaha mencerdaskan dan memajukan bangsa. Sejak Ki Hajar Dewantara, bapak Pendidikan Bangsa yang lahir pada hari ini mendirikan Taman Siswa sebagai usaha mencerdaskan bangsa, di saat bangsa ini masih dijajah, Hardiknas memang tidak akan lepas dari catatan sejarah yang ditorehkan lelaki dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat itu.

Minggu, 01 Mei 2016

Hari Buruh, Memuliakan Buruh

SETIAP hari pertama di bulan Mey, selalu ada berita besar tentang buru. Berita besar itu adalah karena buruh selalu mengadakan demo dengan jumlah besar. Lihatlah di Jakarta, Ibu Kota Negara. Selalu ada demo dengan rute di (dari) Bundaran HI oleh mereka yang menyebut diri sebagai buruh Indonesia, bergerak. Dan lazimnya menuju istana kepresidenan atau kantor Pemerintah Pusat lainnya. Di kota-kota provinsi bahkan kabupaten juga sering ada demo 'besar' yang sama sebagai memperingati hari buruh dunia itu.
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.