BREAKING NEWS

Minggu, 29 Maret 2015

Pensi itu Akhirnya Terlaksana Juga

Pentas Pensi I sedang disiapkan
SEJAK Tahun Pelajaran (TP) 2013/ 2014 sudah ada keinginan sebagian siswa, khususnya para aktivis OSIS untuk melaksanakan Pensi (Pentas Seni) siswa/ wi SMA Negeri 3 Karimun. Tapi rencana itu masih belum juga terwujud, tersebab beberapa hal. Meskipun beberapa guru pembina sangat mendukung ide siswa ini namun dari Kepala Sekolah masih terkendala izin mengingat belum adanya anggaran untuk melaksanakannya.

Sabtu, 28 Maret 2015

Ketika Siswa Belajar Mandiri dalam Berkreasi

KETIKA salah seorang guru melaporkan keinginan siswa untuk mengadakan apresiasi seni dalam bentuk pentas seni (pensi) sesama siswa, langsung saja saya menyetujuinya. Satu yang terpikirkan adalah bahwa ide untuk melaksanakan pensi ini adalah ide kreatif dan kesempatan membimbing dan membina peserta didik melalui praktek langsung.


Beberapa hal yang menjadi kekhawatiran adalah masalah biaya, keamanan dan ketertiban kegiatan itu sendiri. Bagaimanapun, kegiatan yang melibatkan anak-anak muda seusia SMA dengan waktu kegiatan di malanm hari, pastilah tidak akan selalu mudah. Akan selalu ada berbagai kendala dan tantangannya.

Dari segi pembiayaan, dipastikan kegiatan pensi itu akan memerlukan biaya yang cukup besar. Untuk keadaan sekolah seperti SMA Negeri 3 Karimun, tempat kegiatannya sudah menjadi satu masalah. Sekolah ini belum memiliki aula atau ruang serba guna yang dapat dipakai untuk aktivitas semacam pensi. Jika harus dilaksanakan di lokasi sekolah, itu berarti harus di lapangan dengan memasang tenda dan keperluan lainnya. Sewa tenda adalah satu hal yang memerlukan biaya yang tidak sedikit juga. Jika harus menyewa gedung? Tentu juga biaya.

Untuk pengisian acaranya, misalnya juga merupakan tantangan kebutuhan biaya lain yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Satu, dua atau berapa item kegiatan yang akan dilaksanakan, jelaslah akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk tampilan sebuah drama saja, sudah akan memerlukan berbagai kebutuhan biaya. Para pemain dengan aneka kostum serta pendukung lainnya, jelas semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Para Siswa Lagi Mempersiapkan Tenda
Informasi dari bagian Wakil Kepala Sekolah bagian kesiswaan yang bertanggung jawab dalam kegiatan dan aktivitas siswa ini menjelaskan bahwa materi kegiatan siswa yang akan tampil dalam pensi pertama ini cukup banyak. Kepada setiap peserta yang ikut dalam kegiatan eskul, diberi kesempatan untuk menampilkan salah satu kreasinya. Itu berarti akan ada sekurang-kurangnya 9 (sembilan) jenis kegiatan dalam pensi ini. Begitu banyak dan pasti akan memerlukan begitu besar biaya juga.

Mengingat biaya dari sekolah melalui dana BOS (bantuan Operasional Sekolah) sangat terbatas, maka sebagian biaya itu akan ditanggulangi sendiri oleh para siswa. Mereka benar-benar berpartisipasi aktif (dari semua segi) dalam kegiatan ini. Dan itu semua, menurut para guru pembina adalah untuk mendidik dan mengajar para siswa untuk mandiri dalam kreasinya ini. Ok, semoga saja mereka akan sukses dalam kegiatan itu.***

Rabu, 25 Maret 2015

Kelas Kami Belum Disiplin

KETIKA di satu kelas diberi kesempatan mengemukakan idenya untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah, salah satu masalah yang dikemukakan siswa adalah perihal rendahnya tingkat disiplin siswa di kelasnya. Sebagian besar siswa yang berada dalam kelas itu memilih permasalahan yang hampir sama: rendahnya tingkat disiplin siswa di kelas.

Selasa, 24 Maret 2015

Lomba Menulis Karya Tulis Ilmiah SLTA Karimun

DALAM rangka memperingati dan memeriahkan HUT (Hari Ulang Tahun) Pendidikan Nasional 2015, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun menyelenggarakan lomba menulis bagi siswa SLTA se-Kabupaten Karimun. Sesuai dengan hasil rapat tanggal 19 Maret 2015 sebagai kelanjutan rapat 10 dan 11 Maret, diputuskan bahwa untuk peringatan HUT Pendidikan Nasional tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu perbedaan itu adalah dengan akan dilaksanakannya sayembara mengarang bagi para pelajar di kabupaten ini. Dengan maksud memberi kesempatan seluruh peserta didik di kabupaten berazaam ini untuk membuktikan kemampuan menulisanya, maka diadakanlah lomba menulis ini. Lomba menulis untuk peserta didik di tingkat SMA/ MA dan SMK berupa menulis karya tulis ilmiah sederhana. Kepada para siswa SLTA diharapkan menunjukkan kemampuannya dalam membuat laporan tertulis dari apa yang diamati, diteliti atau apa yang diketahui.

Ketentuan lombanya antara lain,

A. PESERTA
     a. Seluruh siswa SMA/ MA dan SMK se-Kabupaten Karimun dengan melampirkan surat keterangan dari Kepala Sekolah.
     b.Peserta wajib menyertakan Surat Keterangan Kepala Sekolah.
     c. Lomba bersifat perorangan

B. KETENTUAN LOMBA
     a. Karya tulis dibuat dengan mengikuti sistematika penulisan karya tulis ilmiah yang terdiri dari
         -Bab I    Pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat)
         - Bab II  Kajian Teori
         - Bab III Pembahasan
         - Bab IV Penutup
     b. Karya tulis dibuat pada kertas ukuran A4
     c. Menggunakan huruf Time News Roman 12 pon dengan spasi 1.5
     d. Margin kiri- atas dan kanan- bawah adalah 4,4,3,3 cm
     e. Jumlah halaman antara 15 s.d. 30 halaman
     f.  Hasil karya menjadi hak panitia (Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun)
     g.Tema karangan ditentukan oleh peserta sendiri.
     h. Batas akhir pengiriman naskah adalah pada tanggal 16 April 2015 (diantar langsung atau melalui jasa pengiriman).
C. KETENTUAN LAIN
     Hal-hal lain yang belum dijelaskan dapat ditanya langsung ke panitia (Dinas Pendidikan).

Ketentuan lomba ini mengutip beberapa ketentuan yang memang sudah diedarkan ke sekolah-sekolah. Bagi Kepala Sekolah, tentu saja ini menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan kemampuan peserta didik di sekolahnya untuk tampil. Lomba menulis ini juga ada untuk siswa Sekolah Dasar atau yang sederajat. Silakan dichek di sekolah masing-masing.

Yang penting dari rencana lomba ini adalah semangat yang tergantung di dalamnya. Hendaknya seluruh siswa SLTA yang ada di Kabupaten berazam ini dapat meluangkan waktunya untuk mengikuti sayembara menulis karya tulis ilmiah ini. Ini adalah kesemapatan baik bagi para siswa untuk membuktikan kemampuannya di bidang tulis-menulis.***

Nilai Ujian Jngan Menyesatkan

SISWA (peserta didik) yang berhasil meraih nilai minimal setara KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam setiap ujian, oleh guru (pendidik) dianggap sudah berhasil dalam proses pembelajaran yang dikelola. Setiap mata pelajaran yang diampu dan pembelajaran yang dikelola, selalu akan diukur secara akademis dari hasil belajar yang dicapai siswa. Semakin tinggi perolehan nilai ujian, semakin dianggap sukses pembelajaran tersebut.


Selain nilai akademis, keberhasilan seorang guru juga harus diukur dari nilai non akademis. Jika akademis merupakan bukti kesuksesan fungsi mengajar, maka nilai non akademis dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan fungsi mendidik dan atau membimbing. Jadi, selain keberhasilan mengajar, seorang guru pun dituntut untuk sukses dalam mendidik. Mengajar dan mendidik adalah dua tugas yang antara satu dengan lainnya memang tidak boleh dipisahkan.

Mengingat anggapan pentingnya nilai siswa dalam setiap ujian maka setiap guru dipastikan akan berusaha sekuat tenaga untuk memperolehnya sesuai harapan. Karena nilai-nilai akademis selalu lebih diutamakan, maka untuk mendapatkan nilai akademis ini pun guru tidak jarang justeru salah langkah dalam pelaksanaannya. Melupakan hakikat memperoleh nilai secara baik dan taat azas adalah sesuatu yang selalu ditemukan di lapangan.

Pengalaman banyak membuktikan betapa telah terjadi kekeliruan yang fatal dalam usaha memperoleh nilai akdemis. Dari beberapa peristiwa ujian yang tidak jujur, misalnya sesungguhnya ini adalah sebagai bukti betapa nilai akademis telah menenggelamkan nilai-nilai non akademis seperti kejujuran dan tanggung jawab. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam setiap ujian selalu saja ada kecurangan-kecurangan yang dilakukan. Tiada alasan yang dapat dibenarkan untuk kecurangan ini kecuali sekadar mendapatkan nilai akademis yang dianggap 'baik' itu saja.
Melatih anak-anak jujur dan kerja sama

Sekali waktu, kecurangan itu dilakukan oleh para peserta ujian (peserta didik). Di lain waktu, bisa juga para gurunya yang melakukan. Oleh peserta, caranya bisa dengan saling mencontek antara satu dengan lainnya. Bisa juga dengan membawa catatan ke dalam ruang ujian untuk sewaktu-waktu dibuka, lalu dijadikan dasar dalam menjawab ujian. Yang lebih agak canggih, kecurangan berlaku pula melalui pengiriman SMS via HP. Jarak dan tempat yang berjauhan, tidak menjadi alangan untuk melakukan kecurangan.

Tapi ada pula bukti kecurangan yang dilakukan guru. Menurut beberapa catatan dan informasi yang beredar ternyata ada informasi yang lebih seram: guru yang sengaja membocorkan soal ujian sebelum berlangsungnya ujian. Banyak alasan untuk melegalkan kecurangan ini. Salah satu alasan bahwa soal-soal itu adalah  soal-soal untuk latihan dalam ulangan, guru memberikan soal ujian yang sebenarnya akan diujikan dalam ujian resmi beberapa hari menjelang ujian kepada siswa. Cara lain, guru mengajarkan peserta didik untuk membuat catatan-catatan yang akan dibawa dalam ujian. Bagaimana membuat catatan yang baik (?) untuk dibawa ke ruang ujian sehingga pengawas tidak bisa mengetahuinya. Dan yang paling celaka, gurunya langsung memberi jawaban alias membocorkan soal ujian. Sudah menjadi berita umum, kecurangan-kecurangan seperti ini terjadi dalam UN, misalnya.

Suasana ujian di salah satu SMA
Mengapa itu bisa terjadi? Jawaban sederhananya adalah demi memperoleh nilai akademis yang memuaskan. Karena khawatir dianggap gagal dalam mengeampu mata pelajaran dan mengelola pembelajaran, dilakukanlah berbagai cara dan strategi yang sayangnya tidak menjunjung perinsip-perinsip kejujuran dan tanggung jawab. Sudah pasti hasil yang dicapai dari strategi kotor ini adalah sebuah kerusakan dan kesasatan bagi semua pihak.

Sejatinya, nilai ujian yang akan diberikan kepada peserta didik tidak boleh sampai menyesatkan. Berikanlah apa adanya saja. Dan biarkanlah mereka melaksanakan ujian sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Jika para guru tetap saja menipu siswa sekaligus menipu dirinya demi nilai, betapa akan hancurnya pendidikan bangsa ini. Yang sudah terlanjur, biarlah itu menjadi catatan saja. Ke depan, sudah saatnya berubah. Ujian memang tidak boleh menyesatkan.*** 

Minggu, 22 Maret 2015

Pertemanan itu Memang Menguntungkan

JIKA agama mengajarkan bahwa bersilaturrahim itu dapat memperpanjang umur dan memudahkan rezeki, maksudnya adalah bahwa dengan senantiasa menjalin silaturrahim orang akan saling kenal dan saling ingat. Karena terus saling mengenang satu sama lainnya, maka tentu saja ingatan itu akan membuat seseorang akan senantiasa saling mengenang juga untuk waktu yang lebih lama.

Selasa, 17 Maret 2015

Ketika Pemuda (i) Menghijaukan Bumi

KANTOR Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun membuat acara penting hari ini. Bertitel 'Program Peningkatan Peran Serta Pemuda Fasilitasi Aksi Bhakti Sosial Kepemudaan' dengan target para pemuda(i) untuk menanam pohon penghijauan, kantor yang dikepalai Pak Umar ini  mencoba melibatkan para pemuda untuk mengelola lingkungan. Sebagai sumber kehidupan, lingkungan yang segar dan sehat sangatlah penting.

Senin, 16 Maret 2015

Persiapan UN di 'Last Minute'

HARI Sabtu (14/ 03/ 15) lalu telah berakhir Ujian Sekolah (US) bagi siswa kelas XII. US dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian ujian untuk menentukan kelulusan peserta didik di satuan pendidikan. Selain menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik, peserta didik juga wajib lulus US dan UN (Ujian Nasional) untuk dinyatakan lulus. Ketetapan itu sudah diatur dalam berbagai ketentuan dan peraturan. Terakhir ditetapkan dalam Permendikbud RI Nomor 144 tahun 2014.


Pada pasal 2 Bab II tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2014/ 2015 itu dijelaskan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b). memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c) lulus Ujian Sekolah dan d) lulus Ujian Nasional. US adalah salah satu syarat dari empat kriteria yang sudah ditentukan. Artinya jika US gagal, peserta didik tetap saja dinyatakan gagal di satuan pendidikannya.

Pasca US yang sudah berakhir itu, kini siswa tinggal menghadapi UN yang akan dilaksanakan pada medio April yang akan datang. Karena dalam UN yang diujikan tidak lagi semua mata pelajaran sebagaimana dalam US maka persiapan siswa dalam menghadapi UN sebenarnya sudah tidak lagi seberat memeprsiapkan US. Setiap program hanya akan diujikan enam mata pelajaran saja dari 13 mata pelajaran yang ada.

Ternyata, selama ini ada yang keliru dalam menyikapi telah selesainya US tersebut. Di satu sisi, sejatinya para siswa dan guru sudah bisa lebih konsen dan efektif mempersiapkan UN dengan mata pelajaran yang lebih sedikit, sementara alaokasi waktu untuk proses pembelajaran masih tetap sama. Tapi di sisi lain, ada pula sikap meremehkan dan melalaikan waktu yang ada itu. Dengan alasan bahwa mata pelajaran tertentu itu sudah tidak akan diujikan lagi, maka sebagian siswa --bahkan guru-- menganggap waktu-waktu yang tersedia untuk mata pelajaran non UN itu sudah bisa diabaikan. Artinya, siswa merasa tidak perlu belajar lagi.

Sesungguhnya, waktu yang tersedia dan tidak harus belajar untuk mata pelajaran tertentu itu dapat dimanfatkan untuk lebih memperdalam pengetahuan mata pelajaran UN. Para siswa dan guru bisa menggunakan waktu-waktu kosong itu dengan memperbanyak diskusi tenttang eprsiapan UN. Inilah sebenarnya waktu yang tersisa untuk persiapan pelaksanaan UN.

Berbanding tiga tahun (sejak kelas X) para siswa mempersiapkan dirinya untuk menghadapi UN, sebenarnya waktu yang tinggal kurang dari satu bulan ini adalah waktu yang amat sedikit. Waktu-waktu dalam tiga pekan itu adalah waktu penghabisan yang masih ada untuk bersiap diri menghadapi UN. Sudah seharusnya waktu pada posisi 'last minute' ini benar-benar dimanfaatkan untuk menghadapi UN yang sangat penting itu. Tidak sepantasnya ada siswa yang menyia-nyiakan waktu yang tersisa kurang dari satu bulan itu. Sungguh sangat merugi bagi siswa jika tidak memakai waktu itu untuk terus belajar dan belajar terus.***

Sabtu, 14 Maret 2015

Anakku Belum Manfaatkan Waktu

PADA apel menjelang masuk ujian hari Jumat (13/ 03) kemarin, saya mengingatkan para peserta ujian, pentingnya memanfaatkan dan mengefektifkan penggunaan waktu ujian. Ujian hari ini adalah hari kelima dari enam hari jadwal yang sudah ditentukan. Artinya sudah empat hari Ujian Sekolah (US) untuk kelas XII (SMA) berlangsung sejak hari pertama, Senin (09/ 03) lalu itu.

Kamis, 12 Maret 2015

Dari Peresmian USB SMP Negeri 3 Meral

Bupati Karimun
HARI Rabu (11/ 03) lalu adalah hari yang bersejarah bagi keluarga besar SMP Negeri 3 Meral. Dari Kepala Sekolah, guru, pegawai sampai ke para siswa, mereka semua layak untuk bergembira. Terhitung sejak hari itu, sekolah yang ketika berdiri bernama SMP Swasta YBT (Yayasan Bakti Tugas) lalu dinegerikan menjadi SMP Negeri 5 Meral, itu memiliki gedung sendiri. Maksudnya, berdiri dan belajar di gedung sendiri.

Selama ini, SMP Negeri 3 Meral belajar bersama di gedung yang sama dengan SD Negeri 6 Meral yang dulu juga dikelola oleh YBT. SD-nya sendiri dulunya bernama SD Swasta 6 YBT yang berubah menjadi SD Negeri 6 Meral bersama perubahan SMP Swasta YBT menjadi SMP Negeri 5 Meral. Perubahan SMP Negeri 5 Meral menjadi SMP Negeri 3 Meral adalah akibat dimekarkannya Kecamatan Meral menjadi dua kecamatan, Kecamatan Meral dan Kecamatan Meral Barat. Dua buah SMP Negeri yang berada di lokasi Meral Barat menjadi SMP Negeri 1 dan 2 sementara SMP Negeri 5 Meral --ketika bergabung-- menjadi SMP Negeri 3 Meral.

Setelah kedua sekolah swasta ini menjadi milik pemerintah, lalu diprogramkan untuk memisahkan salah satunya ke lokasi lain. Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun akhirnya memutuskan untuk membangun gedung baru bagi SMP Negeri 3 Meral. Agar lokasi sekolah kelak tidak terlalu jauh dari lokasi awal, akhirnya diperjuangkan untuk dibangun di sekitar Gg. Awang Nur arah Batu Lipai, Meral. Cukup lama dan menyita tenaga dan biaya yang tidak sedikit untuk memperoleh tanahnya.

Setelah berhasil membebaskan tanah bakal lokasi sekolah, lalu diperjuangkan anggaran untuk membangunnya. Selama masa 2012-2014 itu pihak Dinas Pendidikan dan Pemda Karimun bahu-membahu bersama masyarakat untuk mewujudkan bangunan baru gedung SMP Negeri 3 Meral. Dan setelah dapat anggarannya dari Pemerintah Pusat dalam paket USB (Unit Sekolah Baru) yang anggarannya berupa bantuan hibah dari Pemerintah Australia, akhirnya dibangunlah sekolah ini seperti saat ini ada.

Dalam laporannya, Ketua Komite Pembangunan USB, Triono menjelaskan bahwa bangunan sekolah ini dibangun secara swakelola dengan dana hibah dari Pemerintah Australia ke Pemerintah Indonesia. "Saat ini sekolah ini memiliki 10 RKB dan dilengkapi fasilitas lain seperti musolla, ruang majelis guru, lapangan olahraga," kata Pak Tri yang juga merupakan Kepala SMP Negeri 3 Meral. Dia juga menjelaskan bahwa berbanding jumlah siswa, sekolah ini masih kekurangan lima ruang lagi.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang memberi pengarahan sebagai pidato peresmiannya mengatakan bahwa kekurangan-kekurangan --seperti disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Meral-- itu nanti akan menjadi PR Pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Karimun. Pemerintah akan terus melengkapkan kekurangan gedung dan fasilitas pendidikan di Karimun ini. Begitu janjinya dalam pidato yang dibumbui canda tawa itu. Pak Nurdin memang selalu bergurau kalau berpidato.

Bupati yang sudah dua periode membangun Karimun bersama Wakilnya, Pak Aunur Rafiq, juga menyatakan kebanggaannya bahwa pendidikan di kabupaten berazam ini sudah cukup maju. "Anak-anak Karimun tidak lagi ketinggalan berbanding anak-anak luar sana," katanya. Dia menyebut beberapa contoh prestasi anak-anak Karimun di dalam berbagai hal. "Saya sangat bangga dengan berbagai prestasi yang diraih siswa/wi Karimun ini," katanya.

"Untuk itu, teruslah tingkatkan pengabdian di bidang pendidikan demi anak-anak kita," pintanya kepada para hadirin yang kebetulan kebanyakan para Kepala Sekolah dari SD hingga ke SLTA. Dia juga mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa para guru selama ini. Mari terus kita tingkatkan mutu pendidikan di kabupaten tercinta ini. Begitu bupati menutup pidatonya.

Bagi keluarga besar SMP Negeri 3 Meral, dengan diresmikannya pemakaian gedung baru ini maka berakhirlah penantian yang cukup lama untuk memperoleh gedung sendiri. Dengan gedung baru itu semoga SMP Negeri 3 Meral semakin meningkatkan mutu pendidikannya. Selamat buat seluruh keluarga besar SMP Negeri 3 Meral.***

Selasa, 10 Maret 2015

Tidak Dibaca, Tidak Masalah: Bersahabatlah

MERASA kecewea karyanya tidak dibaca? Merasa tidak puas tulisan-tulisannya tidak diminati? Atau ingin marah postingan di blognya tidak dikunjungi? Ah, jawabab saja, "Emang gua pikirin?" dan terus sajalah menulis yang lain.

Senin, 09 Maret 2015

Harapan Baru ke Pengurus IPHI Baru

SETELAH terpilih menjadi Ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) baru periode 2015-2020, Pak Haris Fadhillah, ketua terpilih sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan calon pengurus baru. Pertemuan terakhir dilaksanakan pada hari Ahad (08/ 03) kemarin. Pertemuan ini mengambil momen pertemuan rutin bulanan IPHI kabupaten yang diadakan di Balai Pertemuan Haji, Tebing, Karimun.

Kamis, 05 Maret 2015

Militansi Pegawai KPK itu Perlu

MEMBACA berita salah satu harian hari (Rabu, 04/03) ini dengan judul "Pegawai KPK Siap Mati" pasti saja akan menimbulkan berbagai persepsi pembaca. Berita yang menyebutkan bahwa para pegawai KPK yang berdemo di depan kantor mereka itu, menolak dengan tegas pelimpahan kasus BG ke kejaksaan tentu saja tidak akan disukai BG yang merasa kasusnya sudah tidak ada dan tidak pernah ada. Para pengacara BG juga membuat pernyataan begitu setelah hakim Sarpin mengetukkan palu tanda mengabulkan gugatan BG.


Sikap yang disampaikan oleh para pegawai KPK itu belum tentu disukai oleh pihak-pihak tertentu. Bahkan pemerintahan Jokowi saja diduga juga akan mempertanyakan sikap militan para pegawai KPK itu. Ingat ketika ada demo menentang penangkapan BW oleh polisi beberapa waktu lalu, apa kata Tejo, sang 'bos' di kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Hak Azasi Manusia? Dia sangat geram kepada para pendemo. Sampai dia menyatakan itu 'manusia dari mana' waktu itu.

Untuk kasus demo pegawai KPK ini terbukti juga menteri yang mengurus kepegawaian alias aparatur negara sudah membuat pernyataan yang juga tidak menyenangkan pendemo. Menteri yang diangka Jokowi itu menganggap para pegawai KPK itu sebagai pembangkang. Noh, lho coba pikirkan itu. Ternyata sama saja dengan sikap Tejo tempo hari itu.

Sesungguhnya yang dilakukan oleh pegawai KPK dan juga beberapa komponen masyarakat yang melihat adanya usaha pihak-pihak tertentu untuk mebonsai KPK, adalah menentangnya. Sebagai lembaga anti rasuah yang masih dipercaya (berbanding polisi dan jaksa) masyarakat dan pegawai KPK itu tidak rela ada usaha untuk melemahkan KPK. Meskipun Pemerintahan Jokowi juga dianggap ikut melemahkan KPK karena yang getol dan gatal menentang KPK adalah kepolisian dan kejaksaan, rakyat dan pegawai KPK tetap akan berani melawannya. Sekali lagi, meski presiden seperti sengaja membuat KPK semakin tidak berdaya, rakyat tetap saja menentangnya.

Militansi pegawai KPK itu memang patut diapresiasi dan patut pula diberi dukungan oleh rakyat banyak. Masyarakat tidak boleh diam saja melihat usaha-usaha sistematis untuk melemahkan KPK. Di mulut mereka boleh saja mengatakan bahwa pemerintah (polisi dan jaksa) akan terus berusaha memperkuat KPK. Tapi kasus AS, BW dan AB yang sengaja dicari-cari kesalahannya oleh polisi, adalah bukti bahwa polisi tidak ikhlas KPK melaksanakan tugasnya sesuai undang-undang KPK itu.

Kini rakyatlah yang harus terus bersuara. Jangam pernah berhenti melawan korupsi. Para koruptor itu pasti akan terus mencari cara untuk melegalkan kejahatan nmerreka. Uang-uang dan harta yang sudah terlanjur dikorup dan sudah menjadi (seolah) miliknya, pastilah mereka ingin itu dilegalkan menjadi milik merreka. Jangan lagi KPK mengutak-atiknya. Inilah masalahnya maka para koruptor akan terus merong-rong KPK. Sekali lagi, militansi pegawai KPK itu perlu.***

Rabu, 04 Maret 2015

Guru Pantang Mengeluh

TUGAS-tugas berat tidak pernah menjadi kendala bagi guru dalam menunaikan tugas dan kewajibannya. Tugas-tugas yang banyak juga tidak pernah menjadi alangan bagi seorang guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.


Jika dipikir-pikir, guru memang mempunyai tugas yang sangat banyak dan berat. Tapi tugas-tugas guru juga disebut sebagai tugas mulia. Ketika guru menunaikan kewajibannya di depan kelas, guru berarti tengah berhadapan dengan anak-anak bangsa yang mempersiapkan masa depannya di hadapan gurunya. Masa depan anak-anak adalah masa depan dari bangsa itu sendiri. Dan itu menjadi tanggung jawab seorang guru.

Sebagai guru, dengan tanggung jawab membina, membimbing dan memberikan pencerahan kepada peserta didik, sudah pasti itu bukan tugas ringan. Mendidik dan mengajar adalah dua tugas yang melekat antara satu dengan lainnya. Mengajar saja tanpa mendidik akan membuat siswa sebagai peserta didik akan kehilangan jati diri kemanusiaannya yang hakiki. Mendidik saja tanpa memberi pengajaran akan menajdikan anak-anak menjadi manusia pengikut buta. Manusia yang kelihatannya baik tapi tidak cerdas.

Manusia sebagai makhluk dengan ciptaan pisik dan psychis yang komplit akan menjadi sia-sia dan kehilangan keseimbangan jika hanya diberikan pengajaran saja. Pendidikan yang berhubungan karakter dan akhlaknya juga sama pentingnya disampaikan. Itulah sebabnya guru tidak cukup hanya mengajar tapi juga wajib mendidik. Dan itu pulalah sebabnya tugas guru itu sangat berat tapi juga mulia.

Dalam keseharian, guru ternyata tidak hanya mengerjakan tugas-tugas mendidik dan mengajar yang berhubgungan langsung dengan peserta didiknya. Tapi guru terkadang juga dituntut melaksanakan tugas-tugas yang tidak ada kaitannya dengan siswa seperti tugas-tugas administrasi.

Jika tugas-tugas administrasi itu masih berkaitan dengan tugas-tugasnya sebagai pendidik seperti membuat perangkat pembelajaran, menyusun soal-soal ujian, menganalisis hasil ujian, tentu saja tugas-tugas ini dapat dimaklumi. Tapi jika guru harus juga mengurus tugas-tugas administrasi seperti urusan kenaikan pangkat, urusan gaji berkala, memperpanjang NRG dan yang sejenisnya yang sejatinya adalah tugas dan kewajiban dari pegawai tata usaha (tenaga kependidikan non guru) maka akan semakin bertambahlah beratnya tugas-tugas guru.

Untuk dan atas itu semua, jika pun ada sekolah yang masih memberatkan guru dengan tugas-tugas administrasi seperti itu, maka guru tetap saja akan tegar. Guru biasanya tidak akan mengeluh dengan kenyataan seperti itu. Guru akan berusaha saja melaksanakannya. Hanya saja, sekolah-sekolah yang masih membebankan tugas-tugas administrasi yang seharusnya dilaksanakan Tata Usaha, perlu mengubah kebijakannya. Janganlah guru disuruh melaksanakan tugas yang bukan kewajibannya meskipun itu juga berkaitan dengan guru.***

Selasa, 03 Maret 2015

Perpanjangan NRG (Bukan) Beban

SETIAP saat, setiap periode tertentu, seorang guru dan atau pegawai harus terus memperbaharui data-data dirinya. Jika dulu, pembaharuan itu dilaksanakan secara manual, kini sudah menggunakan teknologi informasi seperti internet. Data-data guru dan pegawai (PTK = Pendidik dan Tenaga Kependidikan) kini sudah merupakan data online antara sekolah dengan instansi lainnya.

Senin, 02 Maret 2015

Mengubah Suasana: Pertemuan di Pantai

SELAMA tujuh atau delapan tahunan, pertemuan selalu diadakan di rumah. Berpindah-pindah, dari satu rumah ke rumah lainnya. Setiap anggota mendapat giliran satu kali dalam satu periode pertemuan di rumahnya. Karena anggota ada 20 (dua puluh) orang (periode sekarang), maka dalam dua puluh bulan akan sampailah ke semua rumah anggota. Pertemuan hanya dilakukan satu sekali dalam setiap bulan, kecuali untuk beberapa kasus, bisa berubah jumlahnya.

Untuk kasus-kasus tertentu, misalnya pertemuan dapat dilakukan dalam dua bulan atau lebih untuk satu kali pertemuan atau sebaliknya pernah pula diadakan dua kali pertemuan dalam satu bulannya. Ini tergantung keadaan yang memaksanya. Jika terkendala karena bulan ramadhan, misalnya maka pertemuannya ditunda bulan berikutnya saja. Jika tidak ada masalah maka pertemuannya tetap satu kali dalam setiap bulannya.

Sejak awal tahun 2007 (1427 H), sekembali dari Tanah Suci, kelompok haji yang kini diberi nama Ishaj 1427 (Ikatanan Silaturrahim Haji Satu Empat Dua Tujuh itu sepakat melanjutkan silaturrahim pasca haji. Rekan yang berangkat haji pada tahun yang sama, dengan kesan 'kelaparan nasi' dengan Haji Akbar waktu itu, merasa kesan bersama itu sangat mendalam selama di Mekkah dan Madinah.

 Selama kurang lebih 40 hari bersama di Tanah Suci ketika menunaikan ibadah haji, memang terasa berat untuk melupakan begitu saja kebersamaan itu. Delapan hari di Madinah --karena haji tamattu'-- dan sisanya di Kota Makkah hingga wukuf dan kembali lagi ke Tanah Air, adalah waktu yang sangat lama bagi rombongan haji ini bersama. Maka setelah selamat sampai di Tanah Air, beberapa orang sepakat untuk melanjutkan pertemuan rutin sebulan sekali. Jadilah, kelompok arisan haji ini seperti sekarang ini. Bahkan ada rencana kelompok ini akan menjadikannya sebagai organisasi resmi nantinya.

Pertemuan pertama awal Februari 2007 silam itu, disepakati dilaksanakan di rumah Pak Haji Nurdang/ Hajjah Mok Nurdang yang dianggap lebih sepuh dari pada yang lainnya. Dia pula yang memprakarsai silaturrahim pertama pasca haji itu. Dan dia pula yang disepakati untuk menjadi ketua. Dan pertemuan-pertemuan selanjutnya secara rutin setiap dilaksanakan di rumah anggota lainnya. Untuk menambah dan penguat kegiatan diadakan arisan uang yang dicabut setiap pertemuan. Dan anggota yang namanya keluar dalam pencabutan, maka bulan berikutnya diadakan di rumah. Begitulah dari waktu ke waktu, dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun.

Untuk pertemuan yang ke sekian dalam 7-8 tahunan, dan untuk yang ke-18 dalam periode terakhir hari ini (Ahad, 01/ 03/ 2015) yang kebetulan dilaksanakan di rumah Pak H. Syamsuddin, semua yang hadir sepakat untuk mengubah suasana pada pertemuan silaturrahim berikutnya. Karena pertemuan berikutnya akan dilaksanakan pada 22 Maret nanti, maka pertemuan itu akan dilaksanakan di tempat lain. Intinya di luar rumah sebagai usaha mengubah suasana.

Lalu di mana? Disepakati akan dilaksanakan di Pantai Pongkar. Wow, inilah perubahan suasana pertama diadakan untuk pertemuan silaturrahim haji ini. Seperti pertemuan di rumah ke rumah, di pantai nanti juga akan diisi dengan pencabutan uang arisan. Hanya pertemuan kali ini, tuan rumah merencanakan akan mengundang seorang penceramah untuk mengisi suasana baru itu. Pertemuan di rumah pun, terkadang ada kegiatan lain di luar pencabutan arisan.

Semoga saja pertemuan dengan suasana baru nanti akan lebih memperkokoh hubungan silaturrahim yang sudah terjalin selama ini. Khasnya pertemuan silaturrahim haji ini adalah bahwa yang ikut tidak hanya anggota yang sudah haji tapi juga keluarga yang belum berhaji. Dengan begitu, pertemuan ini akan meningkatkan silaturrahim untuk semua keluarga.***
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.