BREAKING NEWS

Sabtu, 28 Februari 2015

Gurau Jangan Melampau

Pelawak Darto Helm
TIDAK dilarang bergurau. Bergurau dalam pengertian guyonan atau kelakar yang sekadar bermain-main saja, tidak ada larangannya. Apalagi jika bergurau dimaksudkan untuk menghilangkan  ketegangan pikiran, tentu saja itu diperlukan.

Jumat, 27 Februari 2015

Ketika Bupati Berbagi Rezeki (Catatan Kunjungan Bazar MTQ)

SELEPAS peresmian pembukaan melalui pidato pengarahannya, bupati biasanya diminta panitia berkunjung ke stand-stand bazar bersempena MTQ. Di setiap MTQ Kecamatan, memang selalu ada bazar yang diselenggarakan panitia. Pembukaannya biasanya satu hari atau beberapa jam menjelang acara pembukaan MTQ malamnya. Pembukaan bazar sendiri biasanya oleh Ibu Ketua Pembina PKK yang tidak lain adalah Ibu Bupati (isteri bupati).

Kamis, 26 Februari 2015

Biaya Besar Manfaat pun Harus Besar

Astaka Merlbart
SINYALEMEN pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) berbiaya mahal menjadi salah satu pesan yang disampaikan bupati malam tadi (Selasa, 24/ 02/ 15) dalam pengarahan pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Meral Barat. Kegiatan yang dipusatkan di arena MTQ Meral Barat, halaman di depan Stadion Badang Perkasa berlangsung semarak.


Bupati Nurdin Basirun yang berpidato di bagian akhir acara seremoni Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Meral Barat itu memulai pidato pengarahannya dengan memuji betapa semaraknya pelaksanaan MTQ itu. Dengan astaka yang sangat megah, bupati memberikan apresiasinya, betapa sangat tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan MTQ. "Ini astaka tingkat kecamatan apa provinsi?" tanya bupati dengan nada gurau sambil memuji kemegahan astaka MTQ tersebut. Maksud bupati tentu saja karena biayanya sangat besar untuk membuat astaka yang begitu megah.

Setiap ada pelaksanaan MTQ, khususnya di tingkat kecamatan, bupati memang selalu meluangkan waktu untuk membukanya secara resmi. Dalam pidatonya selalu dia memberikan pujian kepada panitia yang bertungkus lumus dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ yang rutin diadakan setiap tahun. "Saya tahu kegiatan MTQ ini akan memakan biaya yang sangat besar. Hanya dengan partisipasi masyarakat yang tinggi dan besar pula maka kegiatan ini akan dapat berjalan dengan baik," katanya mengawali pidatonya.
Bupati dalam momen MTQ Kecamatan

Oleh karena itu, bupati sangat marah mendengar sinyalemen dari segelintir orang yang mempersoalkan besarnya uang dikeluarkan. Sampai ada yang menyebutnya ini pekerjaan mubazir. "Kalau ada yang menganggap bahwa pelaksanaan MTQ ini mubazir karena biayanya sangat besar, maka saya yang akan menantang pertama," ingatnya kepadapengunjung yang menghadiri acara pembukaan itu. Bupati dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah hanya memberikan sedikit bantuan sebagai sitimulus saja. Selebihnya masyarakatlah yang berpartisipasi dengan berbagai cara agar kegiatan ini berjalan dengan sukses.

Dia mengingatkan semaraknya partisipasimasyarakat ini seharusnya kita puji. Kita harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada mereka-mereka yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam kesuksesan MTQ ini. Menurut informasi yang beredar, partisipasi ini memang bukan saja dari masyarakat muslim, bahkan maysarkat non muslim pun ikut memberikan kontribusi dalam pelaksanaan MTQ di Karimun. Dari MTQ Tingkat Kelurahan/ Desa sampai ke Kabupaten, masyarakat selalu sangat antusias dalam memberikan dukungan.
Jamuan Makan di MTQ Kec. Moro, 2015

Makanya bupati mengingatkan kepada masyarakat secara umum --baik non muslim, terlebih muslim-- agar keberadaan MTQ ini tidak sia-sia belaka. Harus ada manfaat buat masyarakat. Dan manfaat itu harus juga manfaat yang besar. Selain untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat secara keseluruhan, MTQ tentu saja diharapkan menjadi ajang syiar agama yang efektif. Nilai-nilai agama yang dibutuhkan manusia secara umum, harus dapat disyiarkan melalui MTQ ini. Jadi, biaya yang besar itu haruslah dapat diimbangi dengan manfaat yang besar juga dalam kehidupan. Misi yang ideal, tentunya.***
Rapat untuk MTQ Kabupaten, 2015

Senin, 23 Februari 2015

Tikus juga Merusak TV

TERNYATA tikus, binatang kecil nan kotor itu tidak hanya mengganggu dan memakan makanan yang ada di bagian dapur rumah, tapi juga ikut merusak televisi yang biasanya terletak di depan rumah atau di ruang keluarga. Haha, dia benar-benar cerdas tapi menyebalkan.

Minggu, 22 Februari 2015

Catatan dari Pembukaan MTQ Kecamatan se-Kabupaten

Malam Pembukaan MTQ Kundur
SUDAH hampir satu bulan sejak awal Februari lalu seremoni pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) Tingkat Kecamatan berlangsung secara rutin hampir setiap empat hari sekali. Sejak Kecamatan Meral memulainya beberapa waktu lalu, berturut-turut dikuti oleh Tebing, lalu Kundur dan terakhir Jumat (20/ 02) lalu oleh Kecamatan Karimun.

Nanti malam, akan dibuka pula MTQ yang sama di Kecamatan Moro. Untuk setiap MTQ berlangsung antara 3-4 hari dengan menampilkan berbagai cabang lomba. Jika di seremoni pembukaan biasanya dilakukan oleh bupati maka di malam penutupan biasanya oleh wakil bupati. Kedua pucuk pimpinan ini senantiasa saling mengisi untuk acara tahunan ini.

Catatan yang selalu akan berulang di setiap kegiatan pembukaan, adalah pesan-pesan bupati yang senantiasa menghimbau masyarakat Karimun untuk 'membumikan alquran'. Pesan ini selalu menjadi tema sentral dalam setiap sambutan pengarahannya sebelum membuka secara resmi. Tenntu saja banyak topik lain yang juga disampaikan oleh bupati dalam pidatonya. Membumikan alquran dalam makna bahwa alquran menjadi bagian keseharian masyarakat, inilah yang senantiasa diingatkan oleh bupati.

Tentang membumikan alquran, memang sudah sewajarnya menjadi perhatian utama oleh masyarakat. Sebagai penduduk mayoritas di negeri berazam ini, masyarakat Karimun yang senantiasa berbondong-bondong dalam setiap acara seremoni pembukaan sudah seharusnya tidak sekadar ikut-ikut beramai-ramai di malam pembukaan dan atau di malam penutupan saja. Selama ini, kebiasaan sebagian besar masyarakat memang hanya ramai di malam pembukaan dan malam penutupan saja.

Pesan moral dalam setiap even MTQ tentu saja bagaimana mensyiarkan alquran di tengah-tengah masyarakat. Dengan menyedot biaya yang sangat besar, pengeluaran pelaksanaan MTQ tentu akan menjadi mubazir jika tidak ada efek syiar agama, khususnya alquran itu. Pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan se-Kabupaten ini akan berlangsung sebanyak 12 kali, sesuai jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun. Semua pemenang per kecamatan ini nantinya akan beradu lagi di MTQ Tingkat Kabupaten yang tahun ini akan dilaksanakan di Kecamatan Durai.

Untuk setiap kegiatan MTQ di kecamatan-kecamatan menelan biaya jutaan rupiah. Tidak kurang antara 100-150 juta rupiah bahkan bisa lebih dihabiskan untuk pelaksanaan MTQ di setiap kecamatan. Dana itu hanya untuk pelaksanaan di kecamatan (di tempat saja). Jika dihitung biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap kafilah dari kelurahan atau desa yang menjadi peserta, tentu saja sedotan dananya akan jauh lebih besar lagi.

Dari pengeluaran yang sedemikian besar itulah diharapkan syiar alquran itu benar-benar tersamnpaikan secara sadar ke seluruh masyarakat. Kehadiran masyarakat di setiap acara pembukaan dan malam penutupan serta di waktu-waktu pelaksnaannya, diharapkan menjadi kesempatan yang baik oleh masyarakat untuk memahami dan menghayati nilai-nilai alquran itu sendiri. Sekaligus menyadari betapa besar biaya yang dihabiskan untk terlaksanakanya MTQ ini.

Kegairahan membaca dan memahami alquran itu hendaknya terus-menerus ada di dada kaum muslimin baik selama berlangsungnya MTQ maupun setelah MTQ usai. Sejatinya program magrib mengaji yang sudah dicanangkan sejak beberapa tahun silam itu, benar-benar menjadi kenyataan di tengah-tengah masyarakat. Tidak sekadar slogan dan menjadi buah bibir pejabat di setiap berpidato saja. Di sinilah sesungguhnya pesan bupati akan terbukti bahwa alquran memang sudah membumi di tengah-tengah masyarakat. Semoga.***

Rabu, 18 Februari 2015

Kejutan Kadis Saat Rakor

Pidato Kadis untuk Uktah Saipul
KEPALA Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, MS. Sudarmadi membuat kejutan. Siang --Rabu, 18/02/15-- itu dia berpidato di hadapan peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pendidikan Karimun. Mimik muka bahasa pidatonya begitu tampak dan terdengar serius.


Saat itu sebenarnya dia dipersilakan oleh pembawa acara untuk memberikan sambutan dan pengarahan sekaligus akan menutup Rakor secara resmi. Rakor yang sudah dimulai sejak tiga hari sebelumnya, memang akan berakhir pada hari itu. Di buku panduan sudah tertera jawal rakor terhitung hari Senin (16/ 02) dan akan berakhir pada tanggal 18 itu. Jika yang membuka adalah bupati maka yang menutup adalah Pak Kadis. Pidato itulah yang disampaikannya.

Semua peserta begitu serius dan tenang menyimak pidato Pak Kadis. Pidato kali ini terdengar agak lain. Suaranya tenang tapi beberapa kalimat yang dilontarkannya cukup pedas dan menakutkan juga. Setelah berterima kasih sana-sini, dia menyebut-nyebut adanya peserta rakor yang mengeluh perihal makanan yang tidak memuaskan. Satu hari sebelumnya, Kabid Dikmen (Pak Erdan) memang menyebut adanya peserta rakor yang mengeluh di media sosial (facebook) perihal lauk yang terasa tidak enak (bau). Kepala Sekolah itu membuat status yang memerahkan telinga panitia dengan menyebut-nyebut, "kami bukan hewan". Keluhan peserta inilah yang kembali disebut-sebut Pak Kadis dalam pidatonya. Sampai dia mengatakan 'minta maaf' jika tidak memuaskan'.

Peserta Rakor
Tentu saja para peserta rakor menjadi serba salah dan khawatir mendengar pidato orang nomor satu di dunia pendidikan Kabupaten Karimun itu. Apalagi dalam lanjutan pidatonya, dalam mimik yang masih sangat serius, dia mengatakan akan mengumumkan hasil penilaian panitia dan tim independen yang selama tiga hari ini memperhatikan para peserta rakor. Kami harus berani mengumumkannya, katanya dengan bahasa yang tentu saja membuat peserta saling pandang. Apa gerangan dan siapa gerangan yang dimaksud, tentu saja para peserta saling bertanya di hati.

Setelah cukup lama memberi sambutan, dia mengatakan dan meminta izin ke Sekretaris Dinas, Pak Bakri yang duduk di sebelah kirinya. "Sudahlah, Pak kita umumkan saja hasil penilaian tim ini. Apapun hasilnya kita harus mau menerimanya." Tentu saja peserta semakin takut, apa gerangan yang akan diumumkan oleh Pak Kadis yang terkenal tempramen kalau berpidato itu.

Ka UPTD Kuta, Saipul meniup lilin Ultah
Masih dalam wajah serius, dia meminta salah seorang peserta rakor untuk maju. Orang yang disuruhnya itu adalah Pak Saipul, Kepala UPTD Kundur Utara (Kuta). Pak Saipul dengan wajah khawatir pun maju ke depan dan berdiri di hadapan podium, persis di depan Pak Kadis dan Pak Bakri. Lalu Pak Kadis ikut turun ke bawah.

Dalam waktu yang sama datang dua orang panitia (wanita) membawa kue tart dan lilin yang menyala. Maka melihat suasana seperti itu, barulah mulai mencair ketegangan tersebut. Suara berisik mulai memenuhi aula Nilamsari, Kantor Bupati itu. Ah, ternyata dia membuat kejutan, kata beberapa orang. Sesampainya kue di hadapan Pak Saipul diikuti dentuman musik lewat pengeras. Daaan, pecahlah suara nyanyi ulang tahun itu.

Ah, rupanya belyau membuat kejutan yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh peserta rakor. Ternyata Pak Kadis yang terkenal serius itu pintar juga membuat humor berupa kejutan ucapan ulang tahun untuk stafnya. Sebagai orang tertinggi di bidang pendidikan, dia tetap mempunyai perhatian khusus kepada anak buahnya.***
Tari Persembahan saat Pembukaan



Harapan Rakor Disdik: Tingkatkan Mutu

HARI kedua Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Prencanaan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, menampilkan fanelis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. Satu orang sekretaris ditambah empat orang Kabid (Kepala Bidang) memberikan laporannya. Itu di sesi pertama. Sementara sesi kedua tampil lima orang Kepala UPTD se-Kabupaten Karimun juga menjadi fanelis.

Senin, 16 Februari 2015

Bupati: Lahirkanlah Anak-anak Berkompeten

SENIN, di suatu pagi tanggal 16 Februari 2015. Bertempat di Aula Nilamsari, Kantor Bupati Karimun sekitar pukul 09.30 berlangsung acara pembukaan Rakor (Rapat Koordinasi) Perencanaan dan Evaluasi PAUDNI, Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Acara yang melibatkan semua Kepala Sekolah --dari TK, SD hingga SLTA-- se-Kabupaten Karimun ini dihadiri oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang memberi pengarahan sekaligus membuka secara resmi. Rakornya sendiri akan berlangsung selama tiga hari, 16 s.d. 18 Februari lusa seperti tertera pada jadwal dalam Buku Panduan rakor.

Setelah terlambat hampir satu jam, acara pembukaan pun dimulai setelah bupati hadir. Sebelum bupati hadir, sudah ada para panitia yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan Karimun, MS Sudarmadi, Sekretaris Dinas, Bakri Hasyim serta para panitia lainnya. Setelah dibuka pembawa acara dengan dua bait pantun, acara pun diawali denganmenyuguhkan tari persembahan.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir dalam aula berkapasitas 400-an orang itu yang dipimpin oleh Riva Nurilla, salah seorang Kepala Sekolah (Kepala SD Negeri 13 Tanjungbalai Karimun). Selanjutnya munajad doa yang dipandu oleh salah seorang Kepala Sekolah lainnya, M. Rasyid Nur (Kepala SMA Negeri 3 Karimun).
M. Rasyid Nur, dkk (peserta)
Selepas doa, acara diteruskan dengan penyampaian laporan panitia yang langsung disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Karimun. Pak MS Sudarmadi dalam laporannya menjelaskan beberapa hal, antara lain peserta yang ikut dalam rakor ini. Seperti juga tertera dalam Buku Panduan, peserta rakor adalah para Kepala Sekolah (TK dan Pengelola PKBM, SD dan SMP serta SMA dan SMK). Selain itu juga para pengawas satuan pendidikan serta pengelola lembaga kursus dan pelatihan yang ada di Karimun. Jumlah keseluruhan pesertanya 300 orang.

Bagian akhir dari rangkaian acara pembukaan adalah sambutan pengarahan oleh bupati. Dalam pengarahannya yang panjang lebar, Pak Bupati mengingatkan pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia. Menuntut ilmu juga tidak ada batasnya. Sejak kecil hingga tua, kewajiban menuntut ilmu itu tetap ada pada setiap kita. Begitu antara lain yang disampaikannya.
Peserta Rakor

Tapi pendidikan juga tidak boleh diseret-seret ke ranah politik, katanya. Politik biarlah diurus oleh orang-orang politik dan pendidikan diurus oleh orang-orang pendidikan. Pendidikan akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Jepang, Singapura dan banyak negara maju lainnya, itu disebabkan oleh kemajuan bidang pendidikannya. Jika kita ingin memajukan bangsa kita sebagaimana amanat undang-undang kita, maka marilah kita majukan pendidikan kita.

Salah satu yang juga diminta perhatian oleh bupati adalah perlunya sekolah menyiapkan anak-anak yang siap kerja. Jadi, setelah tamat mestinya anak-anak kita ini mampu bekerja karena telah memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai. Jangan ciptakan manusia-manusia pengangguran. Begitu, antara lain pesan bupati. Sebagai Kepala Sekolah para peserta rakor tentu saja sangat penting memahami pesan-pesan bupati ini.***

Kamis, 12 Februari 2015

Menghindari Pengurus Aksesori

TIM Formatur Musda (Musyawarah Daerah) IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Karimun telah menyampaikan hasil rapat tim formatur pada hari Rabu (11/ 02/ 15) lalu kepada para calon pengurus IPHI Kabupaten Karimunperiode 2015- 2020. Tugas tim formatur yang diketuai oleh Ketua IPHI terpilih dalam Musda ke-3 IPHI Karimun 2015 ini sesuai dengan mandat Musda yang berlangsung pada 31 Januari lalu.


Sebelum ketua tim formatur menyampaikan nama-nama calon pengurus, terlebih dahulu disampaikan kepada para calon pengurus yang hadir beberapa harapan dan rencana pengurus baru nanti. Ada beberapa penekanan yang disampaikan oleh Pak Haris ketika akan menyampaikan nama-nama calon pengurus.

Pertama, "Diharapkan kepada Bapak/ Ibu yang nanti disebut namanya untuk kiranya tidak menolak amanah ini," kata ketua tim formatur yang sekaligus mempin rapat pada hari itu. Dia mengatakan bahwa mengingat menjadi pengurus IPHI itu lebih banyak perinsip sosialnya maka tidak semua orang terkadang mau. Apalagi tidak mendapatkan materi. Malah uang sendiri yang mungkin akan keluar. Begitu Pak Haris mengingatkan agar nanti tidak menolak jika ditunjuk.

Hal kedua yang disampaikannya adalah tentang rencana lebih meningkatkan partisipasi pengurus dalam menjalankan roda organisasi ini. Sering selama ini pada oragnisasi-oraganisasi agama seperti ini, para pengurusnya hanya sekedar nama saja. Setelah namanya masuk, lalu dikukuhkan tapi akhirnya melempem. Jarang atau tidak apernah ikut kegiatan organisasi. Malah dalam rapat-rapat pun tidak kelihatan. Nah, ini artinya sama saja dengan pengurus sekadar aksesoris saja.

Saya mengulangi penekanan dan harapan terakhir ini. Sebagai orang yang juga ikut dalam beberapa organisasi sosial, saya memang melihat langsung beberapa nama yang tertera dalam struktur organisasi, hanya sekadar tercantum saja. Bahkan ada nama yang sejak dilantik, tidak lagi pernah ikut berkegiatan. Ini sangat menyedihkan.

Organisasi kepengurusan IPHI Daerah Kabupaten Karimun yang segera akan dilaporkan ke IPHI Wilayah Provinsi Kepri itu, secara khusus diingatkan oleh ketua untuk memikirkan betul amanah masyarakat. Musda adalah wadah tertinggi dalam penentuan kepengurusan. Setelah terpilih sesuai ketentuan dan peraturan maka kewajiban bagi yang diberi amanah untuk memikul beban amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan penuh semangat.

Semua kita pasti sepakat, maju-mundurnya kinerja organisasi ini dalam lima tahun ke depan, sepenuhnya akan ditentukan oleh para pengurus yang sudah terpilih ini. Peringatan dan harapan agar pengurus ini tidak sekadar pengurus aksesoris belaka, tidaklah berlebihan. Bahkan sangat penting peringatan ini. Pengrus juga wajib mengevaluasi kinerja para pengurus ini dalam periode tertentu.***

Rabu, 11 Februari 2015

Umrah, Datanglah ke Sekolah

KETIKA Tim Sosialisasi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Umrah (Universitas Maritim Raja Ali Haji) datang ke Karimun pada 4 Februari 2015 lalu, itu merupakan sosialisasi kedua yang diikuti para Kepala Sekolah SLTA se-Kabupaten Karimun. Sebelumnya sudah dilakukan oleh UR (Universitas Riau) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Suska yang keduanya melaksanakannya secara bersama.

Minggu, 08 Februari 2015

Dari Orasi Kebangsaan Mahfud MD

"PISAHKAN institusi dengan oknum." Kalimat itu diulang lagi oleh Prof. Dr. Mahfud MD di Karimun, Kepri pada hari Ahad (08/ 02) ini. Mantan Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) itu hadir di Kota Karimun, Kabupaten Berazam dalam acara pengukuhan Pimpinan Kolektif Majelis Daerah 'Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Karimun.

Sejak kisruh KPK-Polri mencuat dua pekan belakangan, beberapa kali Mahfud menyatakan bahwa kasus KPK- Polri itu bukanlah persoalan institusi.  Baik di  media cetak maupun elektronik dengan mudah dapat ditemukan pernyataannya itu. Dia menjelaskan bahwa dugaan korupsi oleh anggota Polri bukanlah korupsinya intitusi kepolisian. Tapi itu adalah korupsinya anggota polisi. Itu tindakan oknum polisi yang bertindak atas niat dan kemauannya sendiri. KPK pun jika pegawainya bersalah, itu bukanlah kesalahan institusi tapi persoalan pribadi.

Dalam orasinya di hadapan para pengurus KAHMI (Provinsi dan Kabupaten) yang juga dihadiri oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun, Wakil Bupati, Aunur Rafiq, Sekda Karimun, TS. Arif Fadillah serta beberapa pejabat teras Karimun, Mahfud dengan lantang kembali menegaskan pandangannya perihal perseteruan KPK dan Polri yang sampai akhir pekan ini belum juga reda. Dugaan kriminalisasi KPK oleh Polri tidak dapat dihindarkan. Apalagi --masih kata Mahfud-- bahwa kesalahan pimpinan KPK yang dipersoalkan itu bukanlah persoalan yang layak merugikan orang lain. Hampir semua orang melakukan kesalahan seperti itu, katanya dalam pidatonya.

Mahfud Bersama bupati, Nurdin Basirun
Sebagai Ketua Presidium KAHMI Pusat, Mahfud diundang oleh panitia pelantikan pengurus Majleis Wilayah Provinsi Kepri yang melantik pengurus KAHMI Kabupaten Karimun di Gedung Nasional, Karimun. Pantia ingin menghadirkan mantan menteri era Gusdur itu di 'bumi berazam' yang ternyata mendapat respon positif dari Pak Mahfud. Bahkan Mahfud mendapat undangan dan pemberitahuan melalui SMS ketika berada di Tanah Suci kurang lebih sepekan yang lalu. Ternyata dia sangat ingin berkunjung ke Karimun karena banyak mendengar informasi tentang bupati Karimun yang terkenal mnerakyat itu.

"Saya dengar kalau pak Bupati ini ternyata juga senang blusukan. Tapi tidak diberitakan," selorohnya. Setelah bertemu langsung, saya menangkap kalau pak Bupati ini orangnya ternyata gaul. Tidak terlalu formal tapi sangat serius bekerja. Sudah dua periode menjadi bupati, dan tetap disenangi rakyat. Semoga nanti dipercaya rakyat menjadi gubernur," katanya di awal pidatonya disambut tepuk tangan hadirin.

"Ada tiga tugas yang harus dilaksanakan," pesan Pak Mahfud di hadapan hadirin yang memenuhi gedung bersejarah itu. Pertama, milikilah jiwa enterpenuer, jiwa yang mampu membuat orang mampu mandiri. Kedua, bersiaplah menghadapi trand globalisasi. Dan yang ketiga, peliharalah Negara ini.
M. Rasyid Nur dll menyimak Mahfud
Ketika Mahfud menguraikan globalisasi, dia kembali mengingatkan beberapa tuntutan globalisasi yang mau tidak mau, harus diterima. Antara lain dia menjelaskan, tuntutan desentralisasi, demokratisasi, hak asasi dan masalah lingkungan. Bagaimanapun, hal-hal itu sudah tidak dapat dielakkan. Globalisasi menjadikan dunia ini sudah terbuka sedemikian rupa. Dan kita wajib mengikutinya jika tidak ingin digilasnya. Dia juga menekankan pentingnya memahami dan menerima IT sebagai tuntutan kehidupan manusia di abad ini. Tanpa penguasaan IT maka akanb tertinggallah kita. Begitu dia mengingatkan dalam orasi yang oleh pembawa acara disebut sebagai 'orasi kebangsaan'.

Ada banyak materi yang disampaikan Mahfud. Namun penekannya perihal kasus KPK- Polri yang seolah-olah menyeret institusi, dia minta semua orang memahami itu. Kita wajib menyelamatkan institusi KPK dan Polri tapi tidak perlu mempertahankan oknum yang jika nyata korupsi. Saya percaya semua orang yang berpikir jernih juga setuju dengan pesan dan pernyataan Mahfud MD itu. Terima kasih, Pak Mahfud.***

RAT Kopsmantika

SABTU sore (07/ 02) sekitar pukul 13.30 itu para siswa SMA Negeri 3 Karimun sudah bubar belajar. Bahkan sejak satu jam sebelumnya proses pembelajaran di kelas sebenarnya sudah usai sesuai jadwal pelajaran. Hari Sabtu, biasanya jam belajar lebih cepat selesai karena akan disambung dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Tapi Sabtu ini kegiatan ekskul ditiadakan. Ada dua rencana kegiatan selepas proses pembelajaran pada akhir pekan ini. Pertama, ada kegiatan sosialisasi dari Polres Karimun mengenai Lalu Lintas di Jalan Raya. Kegiatan kedua adalah rencana Rapat Akhir Tahun (RAT) Koperasi guru dan pegawai SMA Negeri 3 Karimun.

Beberapa orang siswa sebenarnya masih ada di halaman sekolah meskipun sudah dibolehkan pulang. Mungkin mereka masih menunggu temannya untuk kembali ke rumah. Tapi para guru dan pegawai Tata Usaha masih di sekolah. Belum dibolehkan pulang. Mereka berkumpul di ruang majelis guru. Mengapa?

Pada hari ini, sesuai rencana, pengurus Koperasi Guru dan Pegawai SMA Negeri 3 Karimun (Kopsmantika) dan anggota akan mengadakan Rapat Akhir Tahun (RAT) untuk tahun 2014. RAT yang pada tahun sebelumnya gagal terlaksana karena kesibukan masing-masing pengurus dan anggota, pada tahun 2014 tidak boleh tertunda lagi.

Tepat pada pukul 13.45 rapat dibuka oleh salah seorang pengurus, Ibu Mega Sursanti. Setelah menjelaskan secara singkat maksud dan tujuan rapat anggota ini, Bu Mega mempersilakan Kepala Sekolah dalam kapasitasnya sebagai pengawas koperasi memberikan pengarahan. Selanjutnya sambutan dan penjelasan lebih detail disampaikan oleh Ketua Smantika, Ibu Refniwati. Terakhir baru pembahasan laporan keuangan yang langsung disampaikan/ dipimpinan oleh bendahara, Ibu Septi Kurniawati.

Yang menarik dalam rapat ini adalah lancarnya pembahasan laporan keuangan. Diskusi yang agak sengit hanya terjadi ketika membahas rencana kerja untuk pengembangan koperasi ke depan. Dalam satu-dua tahun terakhir, setelah sekolah memberikan (meminjamkan) satu ruang kantin kepada koperasi, ternyata peminjaman ruangan kantin itu belum termanfaatkan dengan baik. Maksudnya, kantin itu belum mampu menghasilkan keuntungan untuk kesejahteraan anggota.

"Seperti tiga kantin lainnya, seharusnya kantin yang dipakai koperasi juga menghasilkan uang. Yang tiga sudah disewakan dan sekolah mendapatkan sekian ratus ribu rupiah setiap bulan. Sementara yang dipakai koperasi belum mendapat apa-apa.  Itu sama saja, sekolah yang memberikan modal biaya sewa ruangan itu," begitu Kepala Sekolah menganalogikan pemakaian kantin itu. Kantin memang masih digratiskan dalam hal sewa ruangan itu.

Nah, bagaimana ke depannya agar ruangan itu juga menghasilkan keuntungan, masalah inilah yang agak sengit didiskusikan. Ada ide, koperasi membuka dan menjual barang-barang makanan harian kebutuhan siswa seperti tiga kantin lainnya. Ada yang setuju dan ada juga yang ragu mengingat harus ada pengelola dan pelaksana yang ful di sana. Lalu siapa? Dibayar koperasi atau disewakan saja kepada orang tersebut? Inilah yang sengit dibahas.

Kesmpulannya, pengurus akan mencari orang yang mau berjualan di kantin koperasi itu dan kepada para anggota juga diberi tugas mencari orangnya. Dalam dua atau tiga pekan ke depan, jika sudah ada petugas untuk itu, akan dibicarakan secara terbatas oleh pengurus. Jika tidak juga ada, bisa saja akhirnya kantin itu dikembalikan ke sekolah dan sekolah yang akan mencari pedagangnya.

Yang juga menarik dalam RAT ini adalah senangnya hati para guru/ pegawai sebagai anggota ketika diberitahukan bahwa tahun ini pengurus juga akan membagikan SHU (Sisa Hasil Usaha) alias keuntungan tahun 2014 kepada para anggota. Boleh jadi karena berbarengan dengan Malam Minggu, para anggota begitu senang dengan penjelasan ini. "Ayo, ayo cepat, malam minggu, uangnya siapa mau...." kata seorang anggota sambil bergurau. Tentu saja para anggota lainnya menyambut antusias gurauan itu.

Kurang dari dua jam, rapat sudah rampung. Rapat ini benar-benar lancar tanpa kendala. Sebelum asar pun para guru dan pegawai sudah dapat kembali ke rumah masing-masing. RAT Kopsmantika kali ini menjadi menjadi lancar tapi juga penting karena para anggota yang sudah lama ingin tahu keadaan keuangan koperasinya, kini sudah terjawab. Semoga rencana ke depan untuk berbadan hukum, juga segera terealisasi.***

Rabu, 04 Februari 2015

MTQ Arena Menyatukan Umat

M. Rasyid Nur dan Azhar, Dewan Hakim
MUSABAQOH Tilawatil Quran (MTQ) sebenarnya tidak hanya untuk mencari juara saja. Ada tujuan-tujuan lain yang juga penting dalam pelaksanaan MTQ. Setiap tahun ada MTQ dari Desa/ Lurah berjenjang ke kecamatan, kabupaten sampai ke nasional. Pemenang tingkat bawah akan mengikuti lomba di tingkat atasnya. Sekadar mencari juara? Tentu tidak.

Minggu, 01 Februari 2015

Mereka Mulai Berubah

DI AWAL-awal dilancarkannya program 'bersih dan indah' SMA Negeri 3 Karimun beberapa waktu lalu, banyak sekali kendala dan tantangannya. Program sekolah sudah cukup banyak untuk membuat sekolah ini bersih, cantik dan menyenangkan. Dari program lomba kebersihan antar kelas, program penghargaan wali kelas sampai setengah pemaksaan, tapi warga sekolah tidak mudah menggerakkannya. Sekolah tetap saja kotor.

Kendala yang paling berat dalam usaha membuat sekolah bersih adalah mental dan sikap warga sekolah yang belum terbiasa untuk bersih. Terutama di kalangan siswa yang tentu saja jumlahnya adalah yang terbesar di sekolah budaya bersih dan indah belum juga tumbuh. Acuh tak acuh melihat sampah berserakan di sekitarnya masih tetap menjadi pemandangan biasa.

Petugas kebersihan kelas sudah ada. Tapi pelaksanaan kebersihan kelas selalu tidak lancar. Ini dapat dilihat ketika jam pertama masuk akan belajar, masih ditemukan oleh guru mata pelajaran kelas yang belum bersih. Bapak/ ibu guru tidak dapat langsung masuk kelas karena siswa masih sedang menyapu di dalam kelasnya. Tentu saja ini akan mengganggu dan merugikan proses pembelajaran.

Belakangan sekolah menambah petugas (hoonorer) bagian kebersihan. Jika sebelumnya hanya ada satu orang di luar petugas lama yang sudah berubah status dari honorer menjadi pegawai negeri, kini petugas kebersihan ditambah satu orang lagi. Di awal sekolah ada, hanya Agus --waktu itu sebagai honorer-- sebagai petugas kebersihan dan keindahan sekolah. Dia juga diberi tugas sebagai pesuruh sekolah yang berkewajiban membuka/ menutup sekolah.

Selanjutnya sekolah merekrut Eri sebagai pesuruh tambahan yang juga menjaga kebersihan dan keindahan sekolah. Ketika dua orang ini sekolah masih belum mampu berubah menjadi sekolah bersih dan indah meskipun sebenarnya sudah ada perubahan dalam batas tertentu. Barulah ketika sekolah menambah satu orang lagi, Danil (juga tenaga honorer) sebagai petugas kebersihan, barulah kelihatan perubahan itu.

Ketika tingkat kebersihan sekolah mulai bagus, sekolah melanjutkan program sekolah bersih dan indah dengan keterlibatan siswa yang lebih banyak. Usaha mengubah mental siswa untuk terus-menerus ikut memelihara dan meningkatkan kebersihan dan keindahan sekolah, terasa mulai muncul. Kebiasaan membiarkan sampah berserakan di teras, di kelas atau di mana saja di sekitar siswa, sudah mulai berubah.

Guru juga terus-menerus mengingatkan siswa agar terus-menerus juga menjaga dan memelihara keberishan dan keindahan sekolah. Hasil perubahan sikap siswa, guru dan warga sekolah secara umum inilah yang mulai menampakkan hasil. Jika sebelumnya SMA Negeri 3 Karimun hanya mampu menjadi juara sekolah bersih di Kecamatan Meral yang SLTA-nya hanya ada dua saja, kini sekolah ini sudah mampu menyabet predikat sekolah sehat --istilah lain sekolah bersih dan indah-- keenam se-Kabupaten Karimun. Tentu saja ini sebuah kebanggaan. Dari 30-an sekolah yang ada, sudah mampu menduduki rangking ke-6, tentulah sangat membanggakan.

Dan yang paling layak untuk dibanggakan itu adalah bahwa sikap warga sekolah, terutama siswanya sudah mau berubah dari sikap acuh-tak acuh pada kebersihan dan keindahan menjadi lahirnya perhatian. Perhatian dan partisipasi inilah yang dibutuhkan sekolah agar sekolah ini terus mampu mempertahankan kebersihan dan keindahannya. Semoga.***
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.