BREAKING NEWS

Sabtu, 24 Januari 2015

AA Gym: Indahnya Kebersamaan

JUMAT malam (23/ 01/ 15) masyarakat Pulau Karimun, khususnya Kecamatan Karimun dan sekitarnya berkesempatan mendapatkan pencerahan dari da'i kondang, AA. Gym secara langsung. Ulama dengan nama lengkap Abdullah Gymnastiar itu hadir dan memberikan ceramah dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan oleh Lanal Tanjungbalai Karimun. Hadir bupati, pejabat teras kabupaten dan unsur FKPD Kabupaten Karimun bersama ribuan masyarakat yang memadati lapangan Costal Area, Karimun.

Mendengar dan menyimak tausiah AA Gym memang menyejukkan. Yang selalu menyaksikannya di layar kaca atau sekadar mendengar rekaman ceramahnya melalui perangkat lunak lainnya, pasti menyukai ceramah ulama yang masih frelatif muda ini. Tapi menyaksikan dan mendengarkan langsung dari mulutnya, itu sesuatu yang lebih menyenangkan. Itulah yang dirasakan oleh jamaah Karimun. Bahkan AA Gym memberikan tausiah dua kali, di Costal Area itu dan subuhnya Sabtu (24/ 01) di masjid Baiturrahman, Karimun.

Dengan tema 'indahnya kebersamaan' AA Gym memberikan tausiah cukup lama di lapangan tepi laut Teluk Air itu. Dia kembali menganalogikan persatuan yang kuat dan kokoh itu bagaikan sebuah bangunan yang terdiri dari berbagai komponen. Masing komponen menyatu dan memperkokoh keberadaan bangunan tersebut. Kayu, paku, besi, tiang, dst semuanya saling mengokohkan satu sama lain. Begitu dia memulai ceramahnya di hadapan masyarakat, termasuk para parajurit Angkatan Laut yang berada di Pangkalan Angkatan Laut Karimun.

"Ada empat syarat jika kita ingin membina dan menjaga persatuan dan kesatuan kita," jelas AA Gym. Persatuan yang kokoh adalah damabaan Islam dan bangsa kita. Tapi mewujudkan kebersamaan tidaklah mudah. Saya setuju pernyataan ini. Maka dieprlukan pemahaman persyaratan kebersamaan sebagaimana disampaikan AA Gym itu.

Lebih jelas AA Gym menjelaskan, PertamaJangan menonjolkan diri. Maksudnya, dalam sebuah persatuan yang dianalogikan seperti bangunan itu, tidak boleh ada di antara kita (komponen) yang ingin menonjolkan dirinya. Bayangkan jika dalam sebuah bangunan, paku masih ingin menonjol, tentu saja akan menyusahkan dan membuat tidak indah. Bayangkan jika besi atau kayu ingin menonjol sendiri, pastilah bangunan itu tidak akan kelihatan indah.

Syarat kedua; Jangan mempermasalahkan perbedaan tapi carilah persamaan. Kita sendiri ada di dunia ini tersebab adanya perbedaan: ayah dan ibu. "Bagaimana jadinya, kalau orang tua kita sama, kedua-duanya perempuan atau lelaki," tanyanya sambail bergurau. Jadi, jangan lihat perbedaan kita tapi lihatlah persmaan. Kita sesama orang Karimun, kita sesama orang Indonesia, atau kita sesama ciptaan Allah; bagaimana juga itu mau dan harus dipermasalahkan? Kalau sudah melihat dan merasa sama, pastilah tidak akan ada masalah. Begitu AA Gym menambahkan.

Lalu yang ketiga, jangan minta dipuji. "Capek kita kalau terus-terus ingin dipuji," katanya. Jadilah orang biasa saja yang hidup dengan biasa-biasa saja. Mengalir bagaikan air saja. Orang-orang yang minta dipuji akan selalu merepotkan. Merepotkan dirinya dan juga akan merepotkan orang lain.

Lalu syarat yang keempat adalah jangan meremehkan, kata AA Gym. Meremehkan orang lain akan menjadikan kita tidak menghargai orang lain itu. Artinya kita akan menjadi sombong dan angkuh. Ini sifat yang tidak akan membuat kita bisa bersama dan bersatu. Keangkuhan dan kesombongan dijamin akan menjengkelkan. Sama sekali tidak akan menyenangkan. Makanya, jangan pernah meremehkan orang lain.

Sebenarnya syarat 'jangan meremehkan' ini diuraikannya pada awal tausiahnya. Saya sengaja menguraikannya di bagian akhir di halaman ini, agar terakhir menjadi perhatian. Saya harapkan kesannya masih terus segar. Saya sangat setuju, kita tidak boleh meremehkan orang lain. Jangan karena jabatannya rendah, kita remehkan. Karena pangkat, penghasilan, atau apa saja, membuat kita meremehkan seseorang. "Ini sangat berbahaya," kata AA Gym.

Dalam kehidupan sehari-hari memang ada sebagian orang yang senang merendahkan atau meremehkan orang lain. Ibu karena merasa berjasa, lalu mengecilkan bapak yang tdak ikut melahirkan. Sebaliknya bapak merasa hebat karena menganggap dialah kepala rumah tangga yang mencari uang keluarga. Orang lain dianggap rendah saja. Sangat berbahaya, sikap seperti ini. Begitu AA Gym berulang-ulang mengingatkan.

Pandangan seperti ini akan membuat persatuan dan kebersamaan akan rusak dan hancur. Jadi, indahnya kebersamaan itu akan terasa jika kita mampu memeliharan dan menempatkan diri kita dalam kebersamaan itu. Begitu antara lain tausiah AA Gym malam di Costal Area. Sementara tema tausiahnya di Masjid Baiturrahman, Teluk Air Karimun adalah bagaimana mengatasi marah.

Terima kasih, AA Gym karena telah memberi pencerahan kepada kami masyarakat Karimun. Karimun dengan branding 'negeri berazam' yang mengutamakan Iman dan Takwa dalam pembangunan dan kehidupan masyarakatnya, memang memerlukan penderahan keagamaan seperti ini.***

Posting Komentar

Berikan Komentar Anda

 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.