BREAKING NEWS

Jumat, 31 Oktober 2014

Ketika Kapolres Ingin Karimun Bersinar

Makan Siang Bersama Kapolres
KAPOLRES (Kepala Kepolisian Resort) Karimun yang baru beberapa hari bertugas di 'negeri berazam' menyatakan ingin menciptakan Karimun bersinar. Kalimat itu dia ucapkan hari Kamis (30/ 10) lalu di hadapan puluhan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya dan adat. Pak Kapolres, AKBP Nainggolan mengundang para tokoh ini sambil menjamu makan siang.

Selasa, 28 Oktober 2014

Menulis itu Wajib Hukumnya Bagi Guru

Kumpulan Cerpen
SEBAGAI guru, aktivitas menulis sesungguhnya sudah menjadi bagian keseharian. Menyiapkan perangkat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) seperti menyusun program (tahunan, semester), membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) adalah sebagian kecil contoh kegiatan guru yang bersinggungan langsung dengan kreativitas menulis. Tidak ada guru yang tidak bisa menulis karena guru tidak akan bisa menghindar dari pekerjaan menulis.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Sesalan Malam di Awal Hijriyah



Dari Google.com

Terima kasih, ya Allah
Engkau masih memaafkan kekeliruan kami
Engkau masih memelihara dan melindungi kelalaian kami 

Syukur dan puji kami kepada-Mu, ya Allah
Engkau tidak menguji kami dengan musibah yang lebih besar
dalam peristiwa menakutkan malam ini
Engkau   tidak murka dengan mendatangkan kecedlakaan
yang paling menakutkan
malam ini


Kami berjanji untuk tidak akan menyia-nyiakan perintah-Mu, ya Allah
Jika kami lalai, ampunilah kami
Jika kami sombong, tegurlah kami
jika keliru curahkanlah hidayah kepada kami 


Tahun baru hijriyah adalah saat yang baikbuat  kami
untuk kami senantiasa mendekatkan diri kepada-Mu
Hanya kepada-Mu kami meminta, sebagaimana
Hanya kepada-Mu jua kami menghambakan diri
Terima tobat dan harapan kami, amiin
 Wonosari 25Oktober14/ 02 Muharam 1436

Jumat, 24 Oktober 2014

Hijriyah untuk (Tak) Berbeda

Bulan Sabit: dari Google
KETIKA nabi (Muhammad) meninggalkan tanah kelahirannya, Mekkah menuju Madinah (waktu itu masih Yatsrib), latar belakang utamanya adalah untuk menyelamatkan akidah. Allah 'menyuruh' merantau meninggalkan tanah Qureisy tempat sanak-keluarganya bertempat tinggal, karena ancaman suku Qureisy kepada Muhammad dan para pengikutnya yang sudah tidak berbelas-kasih lagi. Ancaman kematian akan Rasul itu sudah di depan mata.


Di tengah malam yang menakutkan itu, nabi sukses keluar dari kepungan ancaman. Tipuan (muslihat) kaum kafir diatasi Allah dengan muslihat Allah yang lebih hebat. "Muslihat Allah adalah lebih hebat dari pada muslihat apapun jua." Dalam beberapa waktu, sampailah rombongan muhajirin ini ke Madinah. Dan catatan sejarah keberangkatan inilah yang akhirnya menjadi tonggak ditetapkannya awal tahun oleh umat Islam kelak di kemudian hari. Sampai kini, catatan tahun baru hijriyah itu tetap menggunakan perhitungan yang sama. Itulah Tahun Hijryah.

Sesungguhnya keberangkatan Nabi meninggalkan Mekkah adalah untuk dapat mempertahankan perbedaan antara akidah yang sudah disebarluaskan Nabi ke bangsa Arab dengan akidah yang masih dicoba untuk terus dipertahankan oleh suku Qureisy dan suku-suku (kafir) lainnya. Muhammad menyebarkan agama tauhid yang hanya mengakui Allah Yang Maha Esa dan Maha Berkuasa karena memang diperintahkan Allah. Tapi orang-orang Arab saat itu tidak mau begitu saja menerima dakwah Muhammad. Makanya nabi baru itu akan dihabisi bersama pengikutnya.

Usaha untuk mempertahankan perbedaan akidah (umat Islam) dengan akidah yang sudah ada itu tidaklah mudah. Keharusan meninggalkan tanah kelahiran, sejatinya bukanlah pilihan yang mudah. Tidak ada orang yang sebenarnya ingin meninggalkan tanah leluhurnya. Tapi Muhammad, demi mempertahankan akidah Islam yang nyata-nyata berbeda dengan akidah orang-orang Arab waktu itu, dia sanggup meninggalkan keluarga dan kampung halamannya.

Suksesnya Muhammad mempertahankan akidah Islam dan sukses pula menyebarluaskannya hampir ke seluruh permukaan bumi, telah membuat seluruh umat Islam merasa satu. Satu agama, satu cita-cita dalam satu perjuangan. Indonesia dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, sebenarnya menikmati perasaan bersatu dan bersama yang ditautkan oleh akidah ini. Dalam waktu yang sangat lama, sudah timbul di perasaan umat Islam perasaan bersatau dan tidak lagi berbeda, khususnya dalam akidah.

Sayangnya, perkembangan waktu dan kemajuan pemikiran, belakangan ini justeru sesama Islam malah memperlihatkan perbedaan. Dalam menentukan awal bulan di tahun hijriyah, misalnya, tidak jarang terjadi perbedaan yang tajam antara satu komunitas Islam dengan yang lainnya. Perhatikanlah bagaimana sesama Islam tidak bisa mengatakan sama awal bulan di bulan-bulan seperti Ramadhan atau Zulhijjah. Pada bulan Ramadhan sering umat Islam Indonesia berbeda menentukan awal puasa dan akhir puasanya. Di bulan Zulhijjah juga terjadi perbedaan menentukan Idul Adha.

Kini, dengan datangnya tahun baru Hijriyah 1436 (2014) ini, seharusnya menjadi tonggak bagi Umat Islam Indonesia tidak lagi berbeda dalam hal-hal seperti itu. Bagaimanapun, perbedaan seperti itu hanya mencerminkan betapa lemahnya umat Islam di antara umat-umat yang ada di muka bumi ini. Masihkah harus kita terus memperlemah persatuan kita? Tepuk dada, tanya selera.***

Kamis, 23 Oktober 2014

Persahabatan Pendidikan

Ketika Dijamu Makan Malam
Persahabatan beberapa orang Kepala Sekolah dengan dokter Yusrizal sesungguhnya tidaklah sekedar persahabatan biasa. Tidak sekedar persahabatan demi silaturrahim belaka. Persahabatan itu jauh lebih tinggi nilainya, menurut saya. Ada nilai-nilai mulia di dalamnya. Itulah persahabatan pendidikan.

Rabu, 22 Oktober 2014

Catatan dari Rakor: Program SMK untuk SMA


Spanduk Rakor

DINAS Pendidikan Provinsi Kepri merencanakan untuk menyelipkan pendidikan keterampilan (life skill) pada kurikulum SMA/ MA. Melalui acara “Rapat Koordinasi  Penyusunan Program SMK 2015 dan Pendataan Informasi Program PSMK” yang dilaksanakan di Hotel Golden Virgo, Batam (21-24 Okt 2014) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri melalui Kabid Dikmenti, Muhd. Dali mengatakan bahwa program pendidikan keterampilan ini penting untuk anak-anak (SMA) yang tidak akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Mereka dapat langsung terjun ke masyarakat  dengan bekal keterampilan tersebut.


Seperti peserta didik SMK yang sudah diberikan keterampilan untuk bekerja, anak-anak SMA yang sebenarnya disiapkan untuk melanjutkan ke PT itu dapat saja langsung bekerja jika memangn tidak akan melanjutkan tersebab banyak hal. Program kecakapan hidup ini akan menjawab kekurangan kemampuan kecakapan mereka di bangku SMA. Begitu penjelasan Dinas Pendidikan ketika memberi pengarahan pada acara pembukaan Rakor.

Program Kecakapan Hidup (PKH) yang untuk tahun ini baru dalam bentuk pilot projec di beberapa SMA/ MA di provinsi ‘segantang lada’ ini akan dilaksanakan dengan memilih beberapa orang peserta didik di beberapa sekolah yang sudah ditentukan. “Ada delapan SMA/ MA yang dijadikan pilot projec pada awal pelaksanaan ini,” begitu penjelasan Pak Dali. Setiap SMA/ MA yang dipilih diminta menyiapkan siswanya sebanyak 5 (lima) orang saja. Lalu mereka nantinya akan dilatih dengan kecakapan tertentu sesuai dengan program kecakapan yang ada di SMK terdekat. SMK sebagai partner akan bertanggung jawab melatih siswa/ wi SMA/ MA yang sudah ditentukan. 

Walaupun penanggung jawab kegiatan ini adalah Kepala Sekolah (SMA/ MA) sasaran  yang tertunjuk, namun guru yang bertanggung jawab melatih/ membina siswa sasaran adalah guru-guru dari SMK yang sudah ditentukan tersebut. SMA/ MA sasaran hanya menyediakan guru pendamping selama pelatihan keterampilan dilaksanakan. Untuk tahap awal, konon mereka akan dilatih selama lima hari berturut-turut dengan durasi 8 (delapan) jam per harinya. Artinya mereka akan dilatih selama 40 (empat puluh) jam. Diharapkan waktu 40 jam itu cukup memberikan keterampilan dasar bagi meereka.

Ide memasukkan program keterampilan bagi siswa SMA/ MA pada awalnya adalah sebagai kertas kerja Kabid Dikmenti tersebut dalam Latpim (Pelatihan Kepemimpinan) Tingkat III yang tengah diikutinya. Dia mengajukan satu proyek perubahan dari siswa sekolah umum yang tidak terampil bekerja menjadi terampil bekerja. Latar belakang pemikirannya adalah karena begitu banyaknya siswa/ wi SMA/ MA yang seharusnya melanjutkan pendidikan ke APerguruan Tinggi, ternyata tidak bias melanjutkan. Ada banyak kendala, mengapa mereka tidak melanjutkan. Maka program ini diharapkan mampu mengurangi pengangguran yang disebabkan ketiadaan keterampilan.

Semoga saja program mulia ini dapat berjalan dengan baik. Dari uji coba untuk beberapa sekolah pada tahun 2014/ 2015 ini, kelak suatu saat nanti bias menjadi program umum yang akan dilaksanakan di semua sekolah SMA/ MA yang ada. Semoga!

Senin, 20 Oktober 2014

Jokowi TKI Pengharum Negeri


Jokowi (dari Google)

FENOMENA Jokowi pasca kemenangan di Pilpres lalu mencapai puncaknya pada hari Senin (20/ 10) ini. Hari ini adalah puncak karier politik Jokowi. Dia dilantik menjadi presiden RI ke-7. Tapi sejak kemenangan atas Pr abowo itu, berita Jokowi sudah memenuhkan semua halaman koran, halaman media online baik dalam maupun luar negeri. Buruk-baiknya dikupas tuntas oleh para pakar.

Statusku: Mati Lampu


dari google.com
Malam ini aku tak ingin mengeluh
Mati lampu 
Malam berlalu 
Ah, janganlah hati ini dan hatimu mengikuti matinya lampu
Tertutup dan membeku


Boleh mengeluh dan berhati pilu
Jika kita mau
Tapi orang PLN akan tetap membisu
Orang PLN tidak akan tahu
Di rumah kita gelap tak menentu
Ah, ku tak sanggup hidup seribu tahun lagi
Satu malam saja sudah cukup membuat mata malas buka buku
Jangan tanya malam keseribu
Waktu yang membuat dongkol tumbuh dan membatu
Padahal di rumah Petugas PLN tak mungkin mati lampu

Maafkan aku
Menulis mati lampu di status baruku
Tbk, 201014

Jumat, 17 Oktober 2014

Persahabatan Guru dan Siswa

Bersama dlm Perpisahan
PEMBELAJARAN yang baik, salah satu indikasinya adalah harmonisasi hubungan pendidik (guru) dengan peserta didik (murid/ siswa) yang baik juga. Guru dan siswa adalah pelaku sentral dalam proses pembelajaran secara langsung. Guru dengan fungsi dan tugas menyukseskan pembelajaran hanya akan tercapai jika siswa mempunyai jalan pikiran dan tindakan yang sama dengan guru.

Kamis, 16 Oktober 2014

Karimun Tekuk Tanjungpinang 2-0

Final
LAGA final cabang sepakbola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-3 Tahun 2014 di Karimun mempertemukan kesebelasan tuan rumah Karimun berhadapan dengan kesebelasan Ibu Kota Provinsi, Tanjungpinang. Laga yang berlangsung hari Rabu (15/ 10) di Stadion Badang Perkasa itu berlangsung seru.


Tanjungpinang dan Karimun maju ke final setelah sebelumnya menekuk lawan-lawannya di semi final. Tanjungpinang menyingkirkan Bintan sementara Karimun menghentikan Lingga sehari berikutnya di semi final. Kedua pemenang semifinal ini bertemu hari Rabu, hari terakhir penyelenggaraan Porprov Kepri ke-3 ini.

Laga Karimun melawan tamunya Tanjungpinang berlangsung cukup alot. Kedua kesebelasan saling menyerang dengan gigih dan bertahan dengan sangat kokoh. Gengsi final cabang sepakbola memang menjadi incaran setiap kontingen. Juara umum terkadang tidak terasa lengkap jika tidak mampu mempersemabhan medali emas cabang sepakbola. Jadi, dapat dipahami kalau setiap kesebelasan ingin medali cabang ini. Makanya final ini berlangsung begitu ketat.

Tahun ini Karimun sukses menembus final cabang bergengsi ini. Sebagai tuan rumah, kesuksesan menembus final cabang sepakbola tentu saja melengkapi kesuksesan penyelenggaraan Porprov tahun 2014 ini. Menurut panitia dan diakui oleh para tamu dari kabupaten lain bahwa penyelenggaraan ajang olahraga antar kabupaten/ kota ini sangat sukses. Semua cabang berjalan dengan baik. Fasilitas yang lengkap dan panitia yang tanggap adalah kunci kesuksesan ini.

Akhirnya Karimun mengakhiri laga final ini dengan menekuk kesebelasan Tanjungpinang dengan angka 2-0. Di babak pertama skor masih 1-0 dan tambahan satu angka lagi dicetak Karimun di babak kedua. Kesuksesan ini tentu saja membanggakan kabupaten 'berazam' ini. Bupati, Nurdin Basirun yang sangat konsen membina sepakbola adalah satu orang yang paling bangga dengan prestasi prestisius ini. Dan seluruh masyarakat tentu saja sangat bangga pula. Syabasy anak-anak muda Karimun. Kalian sudah menghrumkan nama kabupaten tercinta ini.***

Senin, 13 Oktober 2014

Sekarung Uang untuk Doa Yusuf Mansur



Dari Google
INTI cermah ustaz Yusuf Mansur malam Ahad --Sabtu Malam-- (11/ 10/ 14) lalu adalah pentingnya bersedekah jika ingin mengatasi masalah. Ustaz Yusuf Mansur memang terkenal sebagai 'ustaz sedekah'. Dimanapun dia berceramah, selalu menyampaikan pentingnya bersedekah kepada jamaah. "Apakah sampeyan punya masalah atau punya hajat? Maka belilah dengan sedekah!" katannya berulang-ulang di awal ceramahnya, di hadapan seribuan pengunjung di halaman panggung Putri Kemuning Costal Area, Karimun.

Minggu, 12 Oktober 2014

Membeli Hajat dengan Sedekah

Yusuf Mansur: Dok Yusuf Mansur
SEDEKAH adalah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Esensi sedekah adalah menolong orang lain yang membutuhkan. Jadi, sedekah bisa membantu siapa saja. Tidak harus muslim saja. Tapi untuk ikhlas bersedekah ternyata tidak semua suka. Banyak yang enggan juga. Maka ustaz Yusuf Mansur memberi solusinya.


Malam Ahad (Sabtu malam), 11/ 10/ 14 kemarin, ustaz dengan khas suara serak-serak basah itu memberi tausiah di hadapan ribuan masyarakat Kota Karimun. Dia berceramah dalam rangka memperingati HUT (Hari Ualang Tahun) Kabupaten Karimun ke-15 tahun 2014 ini. Bupati mengundangnya untuk memberi pencerahan kepada masyarakat. Jika selama ini orang Karimun hanya bisa menyaksikan Ustaz Yusuf Mansur melalui layar kaca, kini masyarakat yang hadir di arena Costal Area dapat menyalamainya. Ceramahnya sangat memukau.

Ustaz bertubuh sedang dengan pakaian sederhana itu bertausiah setelah pidato Bupati Karimun, H. Nurdin Basirun. Dia membuka tausiah dengan langsung menyambut isi sambutan bupati yang meminta masyarakat Karimun untuk secara rutin membaca dan menghafal Alquran. "Satu ayat satu hari," kata bupati dalam sambutannya. Maka ustaz ini langsung mengajak jamaah untuk mengikutinya membaca dan menghafal ayat Alquran.

Dengan mengambil surah Ashshooffaat ayat pertama dan kedua ustaz yang mengelola dan membina pesantren dengan ciri khas sekolah formal penghafal Alquran itu mengajak jamaah untuk mengikutinya membaca ayat-ayat itu. Setelah sepuluh kali baca dengan menutup mata, ternyata jamaah bisa menghafalnya. "Ternyata kita bisa menghafalnya. Maka teruskanlah nanti di rumah atau di mana saja," pesan ustaz.

Tapi inti dari cermah ustaz malam itu adalah masalah sedekah. Dia memang terkenal sebagai ustaz sedekah. Dimanapun dia berceramah, selalu menyampaikan pentingnya bersedekah kepada jamaah. "Apakah sampeyan punya masalah atau punya hajat? Maka belilah dengan sedekah!" katannya berulang-ulang di awal ceramahnya.

Lalu dia berkisah banyak pengalaman orang dan pengalamannya sendiri yang karena sedekah dapat menyelesaikan berbagai masalah. Dari hidup susah, banyak uatang, ingin punya anak, ingin hidup tenang dan apa saja, kata ustaz solusinya adalah bersedekah. Jangan ragu-ragu untuk bersedekah. Begitu dia terus berulang-ulang mengingatkan jamaah. Dia benar-benar sudah membuktikannya.

Beberapa pengalaman dia ceritakan untuk memberi rasa yakin kepada jamaah. Suatu hari, katanya berjumpa seorang satpam pangkalan minyak (SPBU) yang mengeluh hidup susah. Dengan gaji Rp 1.4 juta security itu berkeluh-kesah kepada ustaz. Kontan saja ustaz menganjurkan kepada lelaki itu untuk bersedekah. "Bersedekahlah, maka kegelisahan Anda akan sirna," begitu kira-kira pesan ustaz kepada lelaki itu.

Tapi laki-laki itu malah kaget. Apa yang mau disedekahkan, gajinya saja tidak cukup, kata sang satpam. "Apa saja bisa sedekahkan. Kalau perlu motornya disedekahkan," kata ustaz lagi. Sang lelaki tambah heran dan tidak percaya. Tapi ustaz terus mendesaknya untuk bersedekah untuk mengatasi masalahnya. Dan karena tidak ada satupun yang bisa disedekahkan akkhirnya ustaz menyuruhnya untuk kasbon alias meminjam uang di kantor.

Singkat kisah, lelaki itu benar-benar melakukan nasihat ustaz. Dia meminjam satu bulan gaji untuk disedekahkan. Atasan dan teman-temannya yang heran menyaksikan apa yang dilakukan lelaki itu. Singkat kisah lagi, ternyata lelaki itu kelak menjadi petugas yang disayang atasan karena rajin bersedekah. Dan tentu saja hidupnya mulai tenang karena sebagai pegawai kesyangan akan selalu mendapat kemudahan. Itu kisah lelaki satpam itu.

Lain lagi kisah ketika ustaz berceramah di hadapan para polisi di Malang. Ketika dia menganjurkan bersedekah untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi, ada dua polisi yang tak pernah menduga akan mengalami pengalaman hebat. Dua polisi ini ternyata di hatinya mengatakan ingin naik haji tapi ongkos tidak ada. Dan ketika dia yakin dengan pesan ustaz, dua polisi ini termasuk yang ikut bersedekah ramai-ramai bersama polisi lain.

Apa yang terjadi? Kisah ustaz Mansur, ternyata ketika Imam Sudais (Imam Masjid Haram) berkunjuung ke Indonesia dan sampai ke Malang, bertanya kepada dua polisi yang menjadi pengawalnya hingga ke Bandara, "Apakah sudah pernah naik haji?" tentu saja dia menjawab, belum. Dan subhanalloh, keduanya diundang oleh Imam Sudais untuk ke Mekkah dan menjadi tamunya di bulan haji. Bayangkan, siapa sangka dua polisi itu akhirnya bisa naik haji.

Pesan-pesan ustaz malam itu memang sangat memukau jamaah. Dia benar-benar meyakinkan jamaah bahwa untuk menyelesaikan masalah atau menginginkan hajat tercapai, ya bersedekahlah. "Belilah hajat dan masalah itu dengan sedekah," pesan-pesannya berulang-ulang. Tapi apakah akan rajin bersedakah nantinya? Tentu masing kita yang menilai diri sendiri. ***

Jumat, 10 Oktober 2014

Sedih Bangga Mati Berdua

Pak Siddik dan Ibu ketika umroh
KETIKA mertua laki-laki saya, H. Abdul Mutollib menghembuskan nafas terakhirnya persis seratus hari sesudah mertua perempuan, Hj. Romna, kami anak-anak dan menantunyanya merasa bangga, waktu itu. Bukan bangga karena kematiannya tapi kepergian abah yang persis seratus hari pasca isterinya itu yang mengagumkan kami. Saya ingat abah Abdul Mutollib meninggal pada awal Februari 2002 sementara Ibu pergi pada November tahun sebelumnya. Hanya kurang lebih tiga bulan saja isterinya pergi, dia pun menyusul.


Kesetiaan yang selama hidup diperlihatkan Abah kepada Emak, benar-benar membuat kepergiannya itu mengesankan kami dan para tetangga. Semua kami kagum. Abah begitu tampak setia. Ibu yang sakit lama --karena strok-- memang Abahlah yang lebih banyak mengurusnya dari pada anak-anaknya. Dalam usia yang sudah tua, dia benar-benar setia mengurus ibu, isterinya. Ibu sudah tidak bisa berjalan kecuali menggunakan tongkat penyanggah, maka Abahlah yang menuntunnya untuk berjalan di pagi atau di sore hari.

Jarak kematian yang tiga bulanan itu, serasa begitu dekat jaraknya. Seorang suami menyusul isterinya yang masih merah tanah di kuburnya, tentulah mengagumkan kami, anak-anaknya. Bahkan tetangga di tempat kami tinggal juga berpandangan sama. Inilah pertanda kesetiaan seorang suami kepada isterinya.

Ternyata, kematian berdekatan antara suami dan isteri yang sudah 12 tahun lalu di Pekanbaru itu, saya ingat tiga tahun silam juga terjadi. Catatan kedua itu, jaraknya malah lebih dekat. Sepasang suami-isteri di Kecamatan Meral, tempat saya saat ini bertempat tinggal, berpulang ke pangkuan Allah hanya dengan jarak dua pekan saja. Sungguh lebih mengagumkan berbanding catatan 12 tahun lalu itu.

Subhanalloh, kemarin Jumat (10/ 10/ 14) bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1435 kejadian langka, meninggalnya sepasang suami isteri secara normal dalam waktu dan tempat yang sama, terjadi kembali. Kali ini, pasangan Mohd. Siddik dan Maryam menghadap Allah secara hampir bersamaan. Hanya dalam hitungan 15 menit, Ibu- Bapak Firdaus bersaudara itu pergi untuk selamanya.

Menurut informasi, Kamis tengah malam itu Pak Siddik melihat isterinya seperti sesak nafas dalam tidurnya. Karena melihat istserinya seperti itu, lalu dibawanya ke RSUD Karimun. Kebetulan pasangan berusia lanjut itu sedang berada di Karimun,menempati rumah anaknya Firdaus yang tengah berada di Jakarta. Selama ini Pak Siddik dan istserinya bertempat tinggal di Pulau Buru, 45 menit naik kapal laut dari Karimun.

Ketika larut malam itu Pak Siddik membawa isterinya ke rumah sakit, ternyata sang isteri sudah tiada. Nyawanya tidak ada lagi ketika diperiksa di rumah sakit. Mungkin karena tekanan yang berat yang dirsakan Pak Siddik, 15 menit setelah kejadian itu, dia pun drop dan merasakan sakit jantungnya. Bapak lima anak ini memang memiliki riwayat penyakit jantung. Dia sudah pernah dirawat karena penyakit jantung itu. Dan penyakit itulah yang diduga membawanya menyusul sang isteri. Pensiunan Kepala SD itu akhirnya pergi bersama dengan isterinya dini hari Kamis menjelang Jumat itu. Artinya dia pergi di hari baik nan mulia.

Maka sibuklah Karimun dini hari menjelang subuh itu. Bahkan di waktu pagi, ketika berita kematian sepasang suami-istseri itu semakin tersebar melalui media online, Karimun dan Buru menjadi gempar. Firdaus yang berada di Jakarta, pada subuh Jumat itu terbang ke Batam untuk terus ke Pulau Buru. Dua mayat yang tadi di Karimun, oleh Pemda Karimun diantar menggunakan kapal Pemkab ke Pulau Buru. Firdaus yang adalah Ketua Harian LPTQ Kabupaten Karimun, tentu saja mendapat fasilitas transportrasi kedua orang tuanya itu.

Selamat jalan, Pak Siddik dan Bu Maryam. Semoga kedua Bapak dan Ibu diterima Allah dengan baikdan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Keduanya telah memberikan pesan kepada kita yang hidup. Kesetiaan yang dia tunjukkan semasa hidup, juga dia tunjukkan ketika menghadap Allah.

Kematian yang Sedih dan Bahagia



Ketika Umrah
"Innalillahi wainna ilaihi raajiuun
Telah berpulang kerahmatullah pasangan suami/istri Mohd Shidik dan Istrinya Ketua MUI Kec Buru Karimun (orang tua dari Firdaus M Siddiq/Ketua Harian LPTQ Kab Karimun) tadi malam Jum'at tgl 10 Okt 2014 di RSUD Tbk dan akan dikebumikan siang ini di Buru.
Semoga Almarhum dan Almarhumah ditempatkan ditempat yg layak disisiNYA."

Rabu, 08 Oktober 2014

Pengorbanan Siswa pada Porprov

Defile Kontingen
UNTUK meramaikan acara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri ke-3 tahun 2014 di Karimun, Panitia Pengarah Masa yang kebetulan adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, meminta kepada setiap sekolah di Pulau Karimun untuk ikut berpartisipasi. Secara proporsional --sesuai jumlah peserta didik di sekolah-- diminta mengirimkan siswanya datang ke Stadion Badang Perkasa, lokasi pembukaan.

Porprov Kepri III: Molor Lagi

Acara  Defile Kontingen
MEMBANGGAKAN sekali, upacara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri ke-3 di Stadion Badang Perkasa Karimun berjalan lancar dan sukses. Dari defile yang diikuti tujuh kontingen kabupaten/ kota se-Kepri sampai ke pidato sambutan gubernur Kepri, Pak Sani berjalan dengan baik dan aman.

Acaranya sendiri baru dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Inilah sedikit kelemahan acara ini. Kalau acara-acara lain lancar dan sukses namun memulainya itu yang menyesakkan. Sangat lama molornya. Dari undangan yang tertulis pukul 07.30 tapi baru dimulai pada pukul 10.00, artinya terlambat hingga dua setengah jam alias 150 menit.

Buat rombongan Pak Gubernur yang datang beberapa menit menjelang pukul 10.00 mungkin tidak merasa terlambat. Jangan-jangan dia memang sudah menentukan bahwa acara akan dimulai pada menit itu. Masalahnya adalah undangan yang beredar sangat pagi dan para pengerah masa untuk anak sekolah, bahkan sudah menyuruh siswanya datang sebelum pukul 07.30 itu.

Maka ketika jam sudah menunjukkan pukul 09.00 dan sinar matahari sudah mulai terasa, tentu saja para undangan mulai gelisah. Sambil berkipas dengan kertas seadanya, mata para undangan menusuk tajam ke arah tribun utama yang masih kosong. Semua tahu, karena panitia juga memberi tahu bahwa acara akan dimulai setelah gubernur tiba nanti. Dan meskipun sudah terlambat satu setengah jam, gubernur belum juga datang, tentu saja orang mulai gelisah.

Ditunggu, ditunggu ternyata rombongan gubernur baru sampai di stadion pada pukul 10.00. Waduh, terlambatnya begitu lama. Tentu saja semua penonton sudah sangat resah. Terutama penonton (siswa) yang duduk di tribun Timur yang tanpa atap, bayangkan mereka ditimpa teriknya matahari. Tapi apa boleh buat, pak gubernur belum juga datang sebelum pukul 10.00 itu.

Suka atau tidak, kalau menanti pejabat, beginilah risikonya. Masyarakat harus bersabar. Tapi sampai kapan pejabat kita mengerti disiplin waktu? Entahlah! Yang saya ingat, banyak sekali kegiatan-kegiatan yang melibatkan para pejabat tinggi di Kepri ini (atau di kabupaten-kabupaten) yang selalu molor. Molor itu, selalunya kaerna menanti para pejabat itu. Karena yang akan membuka atau menentukan acaranya adalah mereka, maka peserta lain memang harus menanti mereka. Tapi inilah, molor lagi, molor lagi.***

Kamis, 02 Oktober 2014

Gabungkan Ia Bertiga

Gubkepri dalam Acara Lain
WALAUPUN datang terlambat, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Pak Sani memberi sambutan cukup berapi-api. Saya mencatat beberapa inti nasihatnya di depan civitas akademika UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji) Tanjungpinang pada acara Dies Natalis ke-7 dan Wisuda Sarjana ke-5 hari Sabtu, 27 September 2014 lalu itu cukup banyak. Catatan ini saya tulis hari ini walaupun waktunya sudah berlalu beberapa hari sebelumnya.

Rabu, 01 Oktober 2014

Disiplin untuk Kesaktian Pancasila

Salah Satu Latihan Disiplin
DI HADAPAN seluruh peserta didik dan pendidik serta tenaga kependidikan SMA Negeri 3 Karimun, pada apel pagi Rabu (01/ 10) saya menyempatkan diri menyampaikan pesan-pesan pagi yang setiap Rabu pagi memang ada apel pagi. Apel Rabu pagi adalah tradisi apel yang dilaksanakan rutin. Selain Senin pagi, hari Rabu juga diadakan apel singkat menjelang masuk kelas.


Kepala Sekolah atau guru piket akan menyampaikan nasihat pagi berupa mativasi dan nasihat lainnya. Sebenarnya setiap pagi, ada apel pagi sebelum masuk kelas untuk memulai pembelajaran di depan kelas masing-masing. Khusus apel pagi hari Rabu, apel paginya dilaksanakan di lapangan upacara sebagai mana  apel Senin pagi. Pada apel hari ini juga diikuti oleh seluruh guru dan pegawai TU.

Karena hari ini adalah hari Kesaktian Pancasila, maka materi nasihat saya, sengaja saya fokuskan ke nilai-nilai pancasila. Sebagai guru, saya mengingatkan seluruh peserta apel, agar menjaga disiplin sekolah. Disiplin adalah salah satu nilai yang diajarkan oleh Pancasila.

Saya sengaja menyebutkan kembali betapa pentingnya disiplin bagi sekolah. Dari Kepala Sekolah sampai ke siswa, hendaknya menjaga dan menerapkan disiplin. Ketika apel, misalnya, tidak boleh ada siswa yang ribut atau ikut berbicara pada saat guru atau Kepala Sekolah sedang berbicara. Ini masalah yang kelihatannya sepele, tapi sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan sekolah.

Oleh karena itu, mari terus kita menjaga dan menerapkan hidup disiplin untuk diri masing-masing. Datang dan pulang tetap waktu, menjaga dan memelihara kebersihan dan keindahan kelas atau sekolah, rajin dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan antara siswa, dan banyak lagi. Itu semua adalah cara kita menjaga disiplin.

Dengan hidup disiplin berarti kita secara tidak langsung akan menjaga keharmonisan bangsa dan negara kita. Artinya kita akan tetap mampu menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai dadar negara dan pedoman juga dalam kehidupan sehari-hari kita. Semoga!
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.