BREAKING NEWS

Jumat, 29 Agustus 2014

Panas atawa Hujan, Sama Tak Enaknya

Antrian di musim panas
INI pengalaman pasca jumatan, hari ini, Jumat, 29 Agustus 2014. Pengalaman yang tidak enak. Tapi tidak ada kaitannya dengan solat Jumat. Walaupun terjadinya di hari mulia itu, tapi sama sekali tidak berkaitan dengan jumatan yang baru satu setengah jam sebelumnya saya tunaikan. Pengalaman ini adalah pengalaman 'menyakitkan' di SPBU Karimun siang menjelang petang tadi. Masih kisah itu-itu juga: SPBU tempat orang menggerutu.

Beberapa kali saya sebenarnya sudah merasakan betapa susahnya mendapatkan bensin premium di Karimun ini. Untuk mengisi 4-5 liter premium ke tangki vespa 'butut' saya diperlukan waktu antrian satu sampai satu setengah jam. Suatu kali saya antri menanti giliran mendapatkan minyak hingga hampir dua jam. Begitu menyakitkan. Waktu begitu lama harus terbuang percuma hanya untuk mengisi bensin untuk empat-lima hari ke depan. Syukurnya vespa itu lebih banyak saya pakai untuk ke masjid saja. Hanya sesekali saja dipakai ke pasar atau ke sekolah. Jadi, agak lama juga giliran mengisi kembali.

Benar-benar menderita dibuatnya jika harus berlama-lama di sepanjang jalan Poros itu. Tapi mau bagaimana lagi. Di 'jalanan' pangkalan liar seperti selama ini tidak ada lagi orang menjual bensin. Pemerintah Karimun sudah membuat kebijakan untuk melarang semua kios-kios liar tanpa izin itu. Padahal selama ini, masyarakat kecil itu cukup membantu pemilik motor. Sayangnya, beberapa oknum pengcer perimum itu menyalahgunakan kesempatan. Mereka sering menjual minyak dengan harga yang sangat tinggi. Masyrakat pun protes. Belum lagi mereka selalu menyedot minyak bersubsidi di SPBU untuk kepentingan pribadi. Kini meerka sudah tak bisa berjualan lagi. Tapi akibatnya, masyarakat lainnya juga bertambah kesulitan mendapatkan premium untuk sepeda motor.

Kembali ke antri di SPBU yang pernah saya alami, saya benar-benar sangat kesal. Ketika beberapa kali saya antri pada jam-jam cuaca masih panas, waduh begitu terasa panasnya terik matahari. Rasanya badan kita terbakar oleh tusukan sinar matahari. Waktu satu setengah jam adalah waktu yang sangat lama untuk berpanas-ria.

Tapi hari Jumat ini, pengalaman antrian yang saya rasakan adalah menderita di waktu hujan. Kebetulan saat ini sudah masuk musim hujan. Selepas solat jumat siang tadi, saya memaksa untuk ikut antri. Saya ingat, vespa saya itu sudah beberapa hari ini kekurangan bensin. Jarum ampre minyaknya sudah empat yang lalu berada di garis merah. Artinya, minyaknya sudah sampai ke batas cadangan. Jika terlambat mengisinya, bakal akan mendorongnya di hari-hari ke depan. Makanya hari ini saya memaksa untuk ikut antri.

Karena dari rumah tidak hujan, saya tidak membawa persiapan apapun untuk antisipasi hujan. Ternyata baru beberapa menit berdiri antri, gerimis turun dan langsung diikuti hujan. Para pengantri berlarian ke pinggir jalan, berlindung di bawah pokok-pokok yang lebdat daunnya. Ada juga yang berteduh ke rumah kaca, kantor SPBU itu.

Saya sendiri, berusaha juga untuk berteduh di bawah pokok itu. Tapi itu tidak menutup habis guyuran hujan ke badan kita. Kepala dan baju saya mulai lembab dan basah oleh hujan yang lewat di sela-sela dedaunan tempat kami berteduh. Tapi mau bagaimana lagi. Saya tidak ingin berlari ke rumah itu karena sudah cukup ramai orang di situ. Saya bertahan saja di pinggir jalan Poros dengan tumbuhan pokok-pokok penghijau itu. Saya bertahan saja dalam derita di bawah guyuran hujan itu.

Ternyata sama saja tidak enaknya antara panas dengan hujan ketika sedang antri. Walaupunm suasananya sejuk, tapi hati tetap terasa panas memikirkan dan merasakan antrian yang begitu lama. Ah, kapan lagi kita akan dapat merasakan antrian yang tidak terlalu lama? Entahlah!***

Selasa, 26 Agustus 2014

Bagerja Empat Lima itu Dikotori



BAGERJA, ya maksud saya Lomba Gerak Jalan. Setiap tahun, bersempena peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) RI di bulan Agustus seperti saat ini, selalu ada lomba gerak jalan (bagerja) yang diikuti siswa maupun umum. Mulai dari kelas 8 km, 17 km sampai ke kelas jauh, 45 km diperlombakan.
Angka-angka 17, 8 dan 45 itu merujuk ke tanggal sakti hari proklamasi kemerdakaan RI, 17.08.1945  alias 17 agustus 1945 itu. Selain nilai-nilai kompetisi anak-anak muda  bagerja juga menanamkan karakter dan semangat berbangsa dan bernegara. Pemenerintah yang diwakili panitia pelaksana, memberikan hadiah kepada para pemenangnya sebagai bentuk apresiasi dan  penyemangat.

Dari tiga kelas yang diperlombakan, kelas jauh 45 km merupakan yang paling bergengsi di mata peserta. Hadiahnya juga diberikan dengan nilai yang lebih besar dari pada gerak jalan 8 km atau 17 km. Tapi yang lebih menaikkan gengsi bagerja kelas 45 itu adalah karena jarak tempuh yang sangat jauh itu. Sejauh 45 km harus diselesaikan. Itu sudah kurang lebih sama dengan cabang maraton dalam lomba atletik. Tidak semua orang bisa melakukannya. Hanya orang-orang pilihan yang dapat dan boleh ikut. Risiko bagerja 45 juga cukup tinggi.

Maksud yang terselip dari lomba ini adalah bagaimana menanamkan cinta Tanah Air dengan semangat proklamasi 1945, para peserta bagerja diharapkan menghayati makna perjuangan yang sudah dilakukan para pahlawan bangsa itu. Beratnya medan tempur dengan perjalanan beratus bahkan beribu kilo meter yang ditempuh para pejuangan Tanah Air dapat sedikit dirasakan oleh para peserta bagerja. Dengan begitu, rasa cinta ke bangsa dan tanah air itu akan terus kokoh di sanubari anak-anak bangsa, khususnya generasi muda. Sungguh mulia tujuan bagerja 45 ini.

Belakangan, semangat empat lima yang melekat pada bagerja 45 itu sudah luntur bahkan sengaja dirusak dan dikotori. Nilai-nilai perjuangan yang dibawa misi bagerja 45 kini benar-benar dirusak dan dikotori oleh peserta dan juga panitia. Sejak beberapa tahun lalu, saya mendengar bahwa untuk meraih kemenangan dalam bagerja 45 tidak lagi menggunakan norma-norma kejujuran dan kebenara. Nilai-nilai sportivitas olahraga yang diembannya sengaja dirusak sendiri oleh peserta dan panitia. Saya sebut peserta karena nyatanya mereka yang melakukan. Saya sebut panitia karena panitia ternyata tutup mata saja atas kecurangan ini.

Sekadar diketahui, ternyata lomba yang bernilai mulia dengan segala peraturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan, sengaja dirusak oleh pesertanya. Maksud diadakannya lomba yang berat ini adalah agar peserta merasakan betapa berat dan jauhnya perjalanan 45 km itu. Setiap peserta sudah tentu wajib menempuh jarak yang sudah ditentukan itu. Dan seharusnya tidak boleh ada penggantian peserta untuk keseluruhan jarak itu. Tapi ternyata dalam perjalanan, di tempat-tempat yang sepi, para peserta ini oleh guru pembinanya diganti dengan peserta lain untuk regu yang sama. Maksudnya agar perserta ini nanti mampu sampai di finis.
Karena bagerja ini memang sengaja dilakukan di malam hari (start biasanya tengah malam dan finis di pagi hari) maka tentu saja ada banyak tempat-tempat gelap dan sepi dalam route yang dilalui. Di situlah para peserta yang dianggap tidak akan mampu, diistirahatakan dalam mobil dan tempatnya diganti oleh peserta lain. Dan beberapa kilo menjelang finish, kembali peserta ini dimasukkan untuk kelihatan jumlah pesertanya tetap utuh.

Inilah kecurangan yang setiap tahun selalu saya suarakan. Ini tidak bagus dalam pembinaan karakter dan mental anak-anak. Mereka pada umumnya adalah para peserta didik yang dalam tanggung jawab guru (pembina) keserhariannya di sekolah. Di tangan gurulah tanggung jawab pembinaan karakternya. Bagaimana kecurangan ini dilakukan dengan sengaja dan terencana? Inilah yang saya maksud bahwa semnagat empat itu telah dikotori. Masuh perlukan bagerja dilakukan?***

Minggu, 24 Agustus 2014

SBY, Belajarlah ke Mega



PASCA penetapan pasangan Jokowi-JK oleh MK menjadi presiden terpilih Pilpres 2014, tranding berita berputar haluan dari dua poros Prabowo-Jokowi dan pasangannya ke satu poros, Jokiwi-JK saja. Berita Prabowo mulai redup. Banyak komentar, gagasan, dan usul-saran yang muncul di koran-koran dan media lainnya untuk pasangan Jokowi-JK. Salah satu yang cukup menyita  perhatian banyak orang adalah kemungkinan bertambahnya dukungan partai politik ke Jokowi-JK.


Komentar dalam bentuk gagasan 'tambahan pendukung koalisi' tidak hanya datang dari pengamat yang selalu kelihatan sangat hebat memberi masukan. Tapi komentar juga datang dari politisi, baik yang berdiri sebagai pendukung maupun politisi partai yang tergabung dalam tim Merah-Putihnya Prabowo. Beberapa pengurus partai pendukung utama, PDI Perjuangan kecuali Mega telah memberikan statemennya bahwa beberapa partai pengusung Prabowo bisa saja beralih haluan. Surya Paloh dan Muhaimin, memang kelihatannya 'gamang' untuk berkomentar masalah sensitif ini.
Tapi gencarnya media menyuarakan kemungkinan bertambahnya partai politik untuk mendukung Jokowi-JK bisa saja dengan makna dan misi bermacam-macam. Secara politis, tentu saja berkaitan dengan pentingnya dukungan parlemen yang kuat kepada pemerintahan nanti. Walaupun sistem presidensial tidak mengenal partai oposisi sebagai lawan politik Pemerintah, ternyata para pengamat tetap menyuarakan perlunya menambah kekuatan parlemen untuk Jokowi. Jokowi sendiri tidak tampak terlalu bernafsu untuk memikat hati politisi lawan kontestasi Pilpres lalu itu. Sebagai pekerja, dia lebih banyak diberitakan bekerja.
Beberapa tokoh PDI Perjuangan yang cukup rajin menyuarakan kemungkinan penambahan 'amunisi politik' itu antara lain Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Mararuar Sirait dan beberapa orang lainnya. Baru-baru ini, Ara (sapaan Mararuar Sirait) bahkan semakin terang-terangan menyebut kemungkinan bergabungnya partai pendukung Prabowo ke kubu Jokowi. Dengan memakai istilah ' telah terjadi dinamika politik' antar partai pendukung yang berseberangan, Ara ingin mengatakan bahwa akan ada partai politik yang akan menyeberang. Dua kejadian, putusan MK dan pelantikan presiden akan mampu mengubah kekuatan pendukung Jokowi, kurang lebih begitu dia mengatakan.

Partai politik yang oleh pengamat paling mungkin akan mendukung Jokowi adalah Partai Demokrat (PD), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan dua partai lain --Golkar dan PAN-- yang sedikit lebih kecil kemungkinannya. PD dan PPP dianggap berpeluang besar karena dikatakan oleh pengamat dukungan kedua partai ini kepada Prabowo sebenarnya tidak solid. Bahkan beberapa tokohnya secara pribadai tapi terang-terangan mendukung Jokowi-JK. Tapi dua partai terakhir dianggap berpeluang lebih kecil karena faktor ketua umumnya yang tidak akan mudah goyang ke 'seberang'.

Nah, saya hanya ingin memberi pikiran dan perasaan saya ke PD yang dikomandani oleh SBY yang masih presiden saat ini. Meskipun saya bukan anggota partai manapun (karena masih PNS, hehe) tapi jujur saja, sebelum kisah duka politisi Demokrat tersandung kasus korupsi, saya paling berharap banyak ke partai berlambang bintang mersi ini untuk membangun negeri. Meskipun SBY dianggap peragu, macam 'anak-anak' kata Mega dan cap negatif lainnya oleh pengamat dan rakyat, tapi harus diakui dari enam presiden Indonesia yang sudah dicatat sejarah SBY terbilang sukses dan aman-aman saja dalam  pemerintahannya. Dan pengamat menganggap keselamatan pemerintahan SBY di dua periode pemerintahannya itu adalah karena adanya dukungan partai politik yang cukup. Makanya Jokowi diharapkan juga oleh pengamat ada penambahan dukungan selain partai yang sudah ada saat ini. Mega-Surya-Muhaimin-Wiranto-Sutyoso sepertinya dianggap belum akan mampu melawan politisi di seberang. Dan rentan menjadi pengganggu pemerintahan.

Saya berharap ke SBY, biarlah tetap berada di luar pemerintahan setelah memerintah dua periode. Belajarlah ke Bu Mega yang konsisten dengan cap 'oposisi' di partainya selama ini. Banyaknya rayuan, baik dari dalam partai (seperti Ruhut si kutu looncat) maupun dari luar partai seperti dari pengamat itu, janganlah membuat Anda tergoda. Orang yakin, posisi PD masih tetap di bawah kendali SBY dan SBY pula yang akan menentukan tarik-ulur perlu-tidaknya PD masuk ke poros Jokowi. Sekalilagi, belajr ke  Mega. Lima tahun tidaklah lama.

Ingatlah sikapm Mega yang selama ini bertahan untuk tidak berkompromi sedikitpun dengan Anda yang nyata-nyata sudah menjadi presiden. Tidak perlu diulas di sini, bagaimana sikap Mega selama sekian tahun ini kepada SBY. Malah ada anggapan kalau Mega tidak pernah bisa menerima kenyataan kalau mantan anak buahnya itu adalah presiden. Yang  jsuteru harus diambil hikmahnya adalah bahwa rakyat terbukti memilih Jokowi yang diusulkan PDI Perjuangan. Dan Mega adalah kunci atas majunya Jokowi itu. Di luar pemerintahan spertinya lebih baik untuk membangun PD dalam lima tahun ini. Tapi terserahlah. Orang kecil macam saya, tak perlu juga terlalu didengar, hehe. Salam hormat, Pak SBY.***
Dimuat juga di:  http://politik.kompasiana.com/2014/08/24/sby-belajarlah-ke-mega-682470.html

Jumat, 22 Agustus 2014

Selamat Jalan, Sahabat

Bersama dr. Ade sebelum operasi
"SELAMAT jalan, Sahabat. Senyummu di antara rasa duka kami." Itulah yang tepat dan ingin saya ucapkan malam ini ketika datang melayat ke rumahnya. Siang tadi, sekitar pukul 13.30 dia pergi. Pergi untuk selamanya, menghadap Yang Maha Kuasa. Tiada kuasa siapapun dan apapun yang dapat mengalanginya. Tegas Dia mengatakan, "Maka apabila datang ajal mereka, tidak (ada yang) dapat menunda atau mempercepatnya." Pernyataan itu ditegaskan dalam kitab suci-Nya.


Hari Kamis (21/ 08) ini memang hari yang cukup menyedihkan bagi saya dan sebagian besar masyarakat di Karimun. Salah seorang tokoh masyarakat yang cukup dikenal karena berbagai kegiatannya, pergi untuk selamanya. Dia adalah salah seorang pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) kabupaten Karimun organisaasi tempat saya juga ikut mengabdi. Dia juga pengurus BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Karimun yang saya juga kebetulan ikut bersama. Dan dia adalah Ketua Yayasan Ar-Raudhah yang mengelola pesantren Ar-Raudhah dengan sekian banyak santri.

Terkejut dan sangatr terkejut, ketika siangnya mendapat berita Pak Kamal telah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Awalbros Batam. Saya ingat, dia memang tengah berjuang melawan penyakit penymubatan saluran empedunya sejak beberapa waktu belakangan ini. Informasi penyakit itu datang dari dia sendiri, ketika sekitar sebulan sebelumnya kami para pengurus BAZNAS Karimun membezuknya yang sudah terbaring sejak beberapa hari sebelumnya. Kata Pak Kamal waktu itu, dia sudah memeriksakan diri ke rumah sakit di Malaysia (Johor Baru) dan dia juga menunjukkan bukti hasil diagnosa dokter di sana. Selanjutnya dia akan melanjutkan berobat di Indonesia saja.

Hari Rabu (sehari sebelum pergi) dia sudah menjalani operasi berat di Rumah Sakit Awalbros, Batam. Dia sudah di Batam sejak beberapa hari sebelumnya. Pasca operasi itu, menurut teman-teman yang kebetulan sempat menjenguknya ke Batam, dia sudah sadar dan sudah kelihatan ceria di wajahnya. Tapi itu ternyata hanya beberapa saat saja. Sehari berikutnya, dia menghembuskan nafas terakhirnya ketika masih terbaring di ruang ICU rumah sakit itu.

Selamat jalan, Pak Kamal. Allah pasti sangat sayang kepada Pak Kamal. Allah pasti lebih tahu dan dan lebih tepat hal apa yang paling baik untuk pak Kamal. Kami yang ditinggalkan akan mendoakan, semoga perjalan menghadap Allah ini lanbcar dan sampai tiba dengan selamat dan bahagia ke sisi-Nya. Amiin.***

Selasa, 19 Agustus 2014

Diayun Gelombang Laut Alai

Menyusuri Laut Alat
SUDAH lama tidak ke Alai, Kundur --ini nama lama, ketika saya masih di Tanjungbatu Kundur 20 tahun silam-- yang sekarang sudah bernama Kelurahan Alai, Kecamatan Ungar. Di Alai, 20-an tahun silam lumayan banyak kenangan bersama siswa/ wi SMA Negeri Tanjungbatu --kini bernama SMA Negeri 1 Kundur-- tempat saya pertama kali ditempatkan sebagai pegawai negeri. Selama sembilan tahun --1985-1993-- mengabdi sebagai guru, selanjutnya menjadi Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Moro.


Kedatangan siang tadi ke Alai adalah dalam rangka memenuhi undangan peresmian pernikahan Ibu Zarina (guru SMA Negeri 3 Karimun) yang kebetulan di sana kampung halamannya. Bersama 34 orang teman --guru/ pegawai SMA Negeri 3 Karimun-- saya menghadiri acara peresmian pernikahan itu. Dari Karimun kami berangkat dengan kapal Citra Mandiri. Sampai di pelabuhan Tanjungbatu, kami langsung disambut oleh  boat pancung yang biasa menjadi alat transport laut Tanjhungbatu- Alai. Setiap satu boat, diisi 7-9 orang.

Duh, perjalanan di atas boat mirip sampan ini benar-benar mengingatkan saya ketika pertama kali saya ke Alai 20-an tahun dulu itu. Bersama para siswa/ wi SMA Negeri Tanjungbatu, kami berlibur ke Alai, salah satu tempat wisata di Kecamatan Kundur selain Pantai Sawang dan Pantai Lubuk . Di Alai memang ada lokasi wisata yang terkenal dengan Batu Limau. Di tepi pantai itu ada beberapa batu yang sangat besar dengan berbentu limau (jeruk) yang oleh orang Alai disebut sebagai Batu Limau. Dan lokasi itu sampai hari ini dinamakan dengan Lokasi Wisata Batu Limau. Selain batu berbentuk limau, juga ada batu berbentuk kemaluan dalam ukuran yang sangat besar. Itulah sebabnya tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang.

Kenangan masa lalu itulah yang membayang dalam pikiran dan perasaan saya ketika saya dan beberapa orang teman lainnya menyusuri laut Alai dari Tanjungbatu. Karena angin tidak seberapa, maka boat pancung yang kami tumpangi hanya berayun lansam saja. Tidak menakutkan sama sekali. Ayunan yang lembut itulah yang membuat perasaan saya mengalir ke masa lalu itu. Kami sangat senang dan nyaman dengan ayunan yang lembut itu. Ayunan gelombang nan lembut itu, membuat kami berani bersenda guran di atas boat. Ah, kenangan ini memang tidak mudah untuk kembali melukiskannya. Selamat menempuh hidup baru, Bu Zarina. Kami hadir untuk memberi doa restu.***

Kamis, 14 Agustus 2014

Dari Perkemahan HUT Pramuka Karimun

Peserta Perkemahan
PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka, Kwarcab (Kwartir Cabang) Karimun ke-53 tahun 2014 ini dipusatkan di Desa Penarah, Kecamatan Belat. Dari Ibu Kota Kabupaten, diperlukan satu jam perjalanan laut. Kecamatan Belat sendiri merupakan kecamatan baru, hasil pemekaran Kecamatan Kundur Utara beberapa tahun lalu.

Dipilihnya kecamatan di seberang Urung (nama lain dari Tanjungberlian) itu adalah sebagai penghargaan terhadap kwarran (Kwartir Ranting: gerakan pramuka tingkat kecamatan) baru di sana. Ketua Kwarcab Karimun, Aunur Rafiq berharap agar gerakan pramuka lebih berkembang di pulau tersebut. Ketika memberikan sambutan pengarahan pada acara pembukaan perkemahan hari Senin (11/ 08) lalu, Kakwarcab mengatakan bahwa penetapan Kecamatan Belat sebagai tuan rumah perkemahan dalam rangka HUT Pramuka ini adalah untuk lebih memperkenalkan gerakan pramuka kepada masyarakat Belat, khususnya Desa Penarah. Itulah sebabnya Penarah dijadikan sebagai pusat acara tahun ini.

"Meskipun kecamatan baru dengan kwaran baru, ternyata Belat mampu melaksanakan helat yang berskala kabupaten ini. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya gerakan pramuka di sini," kata Pak Rafiq dalam sambutannya ketika menjadi Pembina Upacara dalam acara pembukaan itu. Bahkan untuk HUT Pramuka ke-54 tahun depan dia juga menawarkan kepada kwaran baru, khususnya yang ada di Pulau Karimun. "Sudah lama Pulau Karimun tidak mendapat bagian giliran melaksanakan peringatan HUT pramuyka," katanya dalam sambutan amanatnya. Itu berarti akan ditentukan antara kecamatan Karimun, Tebing, Meral dan Meral Barat. Jika kecamatan pemekaran, bisa saja selain Karimun.

Setelah dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Kwarcab Karimun, perkemahan pun dimulai sore itu. Sejak paginya para peserta perkemahan sudah bertadangan ke lapangan sepakbola Penarah, tempat dijadikan sebagai lokasi Buper (Bumi Perkemahan) HUT ke-53 itu. Ada 12 kwarran yang mengikutkan anggota pramuka di daerahnya. Rata-rata setiap kwarran mengirimkan empat sampai enam regu dengan anggota antara 50 s.d. 80 orang sekaligus dengan pembinanya. Hanya tuan rumah Belat yang mengirimkan lebih ramai.

Menurut Ketua Panitia HUT, Hj. Sy. Nurmaria jumlah peserta perkemahan kali ini kurang lebih 793 orang. Masing-masing kwarran: 42 orang (Karimun); 45 orang (Kundur); 19 orang (Moro); 45 orang (Meral); 71 orang (Tebing); 93 orang (Kundur Utara); 100 orang (Kundur Barat); 127 orang (Buru); 63 orang (Durai); 38 orang (Meral Barat); 36 orang (Ungar) dan tuan rumah Belat sebanyak 114 orang. Kebanyakan yang diikutkan adalah anggota pramuka siaga dan penggalang yakni anggota pramuka yang berpangkalan di Gudep (Gugus Depan) Sekolah Dasar dan SMP/ MTs. Sedangkan anggota pramuka penegak yang berpangkalan di SMA/ MA/ SMK hanya beberapa regu saja yang ikut. Tahun ini memang diprioritaskan untuk anak-anak.

Selama mengikuti perkemahan, panitia melnyelenggarakan berbagai lomba yang menitikberatkan pada kemampuan dalam keterampilan. Ada belasan jenis lomba yang dilaksanakan, Kwaran Meral keluar sebagai juara umum. Dan kwaran yang hampir setiap tahun memenangkan piala juara umum, tahun ini kembali memboyong piala bergilir itu ke markas mereka. Kak Sugiono tampil ke podium untuk menerima piala dari bupati karena Kakwarran, Kak Riauwati beralangan hadir.

Pagi menjelang siang tadi, acara perkemahan sudah ditutup langsung oleh bupati dalam satu apel memperingati HUT Pramuka di lapangan yang sama. Selepas upacara dan penyerahan hadiah kepada para pemenang, rombongan bupati kembali ke Karimun setelah dijamu makan siang oleh panitia tuan rumah. HUT Pramuka di Belat ini termasuk yang sukses, menurut para peserta dan Ketua Umum Kwarcab. Semoga tahun akan lebih sukses lagi.***

Minggu, 10 Agustus 2014

MOS dengan Kursus Orientasi Kepramukaan

Kegiatan PBB
INILAH untuk pertama kali dalam sejarah gerakan pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Karimun melaksanakan Kursus Orientasi Kepramukaan dengan peserta para siswa, peserta MOS (Masa Orientasi Siswa) tingkat SLTA. Berlangsung selama dua hari, 8 dan 9 Agustus 2014 kegiatan yang dibiayai oleh Kwarcab ini diikuti oleh 102 orang siswa baru SMA Negeri 3 Karimun.


Ide kegiatan ini memang bermula dari keinginan Kepala SMA Negeri 3 Karimun untuk memberikan pendidikan karakter bagi calon siswa baru Tahun Pelajaran 2014/ 2015 ini. Dengan harapan agar para calon siswa baru itu memiliki sikap yang baik ketika menjadi peserta didik, dibuatlah rencana dan program pendidikan karakter dengan meminta bantuan kepada Kwarcab Karimun. Maksudnya, nilai-nilai karakter yang akan diberikan itu berupa karkater kepramukaan mengingat pramuka akan menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik yang akan menerapkan Kurikulum 2013 pada TP 2014/ 2015 ini.

Ketika ide itu didiskusikan dengan Ketua Harian Kwarcab Karimun, Kak Arif Fadillah, ternyata dia sangat mendukung. Bahkan dia berharap, ke depan dapat dilaksanakan untuk sekolah-sekolah lain. Maksudnya, bukan hanya SMA 3 yang melaksanakan pembinaan karakter kepramukaan bagi calon peserta didik barunya. "Bagus juga itu menjadi program Kwarcab," katanya, waktu itu. Lalu Kepala SMA Negeri 3 Karimun menyusun proposal kegiatan dengan biaya sepenuhnya diharapkan dari Kwarcab Karimun.

Setelah rencana itu mendapat restu dari Ketua Umum Kwarcab Karimun, Kak Aunur Rafiq maka disusunlah kepanitiaan pelaksananya. Sepenuhnya pelaksana dan pelatih kegiatan ini akan disiapkan oleh Kwarcab Karimun. Lalu Kepala SMA Negeri 3 Karimun meminta Kak Basri, Kapusdiklat Kwarcab Karimun sebagai Ketua Panitia. Dia pula yang menentukan personal lainnya yang akan terlibat dalam kegiatan ini. Dan setelah segala persiapannya rampung, ditetapkanlah jadwal pelaksanaannya yakni tanggal 8 dan 9 Agustus dari rencana awal tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2014.

Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu ini sebenarnya merupakan kelanjuutan dari MOS yang sudah dilaksanakan pada awal masuk sekolah di bulan Ramahdan lalu. MOS waktu itu hanya dengan materi dalam bentuk teori saja. Beberapa materi yang diberikan kepada peserta MOS di awal masuk sekolah itu antara lain 1) Pengenalan Sekolah dan Lingkungannya; 2) Cara Siswa Belajar dan Kurikulum; 3) Kepemimpinan Sekolah dan Siswa dan beberapa materi lainnya dengan narasumber dari sekolah sendiri dan dari luar. Sementara untuk praktek seperti PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan Pembinaan Karakter Kepramukaan yang sudah direncanakan dalam bentuk perkemahan ini dilaksanakan setelah lebaran.

Pada hari Kamis, 7 Agustus seluruh siswa kelas X terlebih dahulu mengikuti kegiatan MOS dalam bentuk latihan PBB. Dengan pelatih dari Angkat Laut Karimun, Pak Islami anak-anak digembleng satu hari penuh. Kegiatannya dilaksanakan di Kampus Bertamadun, SMA Negeri 3 Karimun. Kegiatan ini merupakan lanjutan MOS dalam bentuk praktek di lapangan. Dan setelah kegiatan PBB itulah anak-anak akan mengikuti Perkemahan Jumat- Sabtu dalam rangka pelaksanaan Kursus Orientasi Kepramukaan itu.

Alhamdulillah, kegiatannya berlangsung dengan baik dan lancar. Walaupun dibuka dan ditutup oleh salah seorang Wakil Ketua Kwarcab (tidak oleh Ketua Umum atau Ketua Harian) namun kegiatan ini menurut panitia pelaksana sudah mencapai sasaran yang sudah ditetapkan. Lima orang peserta dinyatakan sebagai peserta dengan nilai terbaik. Harapan kepada mereka yanhg sudah mengikuti Kursus Orientasi ini adalah agar nantinya mampu tampail dengan karakter kepramukaannya sekaligus mengembangkan kegiatan pramuka di pangkalan (Gudep) nanatinya. Semoga.***

Kamis, 07 Agustus 2014

Ketika Kemauan Guru Menggebu-Gebu

Suasana Sosialisasi K13 SMAN3 Karimun
HARI Rabu (06/ 08/14), hari ketiga awal masuk sekolah pasca libur lebaran Idul Fitri 1435, majelis guru SMA Negeri 3 Karimun mengadakan sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 yang diikuti para guru sebelum dan selama Ramadhan lalu.


Biasanya, sepulang pelatihan, setiap guru langsung mempresentasikan hasil pelatihannya di depan para guru lainnya. Namun karena beberapa kesibukan menjelang puasa dan banyaknya pelatihan yang sama selama bulan puasa, maka sekolah menyepakati bahwa sosialisasi hasil pelatihan oleh setiap guru yang sudah mengikuti pelatihan, akan diadakan setelah lebaran.

Itulah sebabnya, ketika sekolah kembali dibuka --sesuai ketentuan Dinas Pendidikan Karimun-- pada hari Senin (04/ 08) kegiatan sosialisasi disepakati pada hari ketiga ini. Hari pertama itu, setelah Apel Pagi yang diisi dengan penyampaian nama-nama Wakil Kepala Sekolah oleh Kepala Sekolah, lalu Majelis Guru dan Pegawai TU melaksanakan pertemuan (rapat). Selanjutnya para Wali Kelas yang sudah diumumkan sebelum libur Idul Fitri, diminta masuk ke kelas masing-masing. Mereka mengecek peserta didik di kelasnya (kehadiran, dll) yang berkaitan dengan pengelolaan kelasnya.

Besoknya, hari kedua para guru langusng kelas untuk memulai proses pembelajaran. Pembelajaran hari pertama ini dimaksudkan untuk meyakinkan peserta didik (termasuk orang tua, tentunya) bahwa sekolah langsung belajar. Diharapkan, kebijakan ini memengaruhi cara berpikir mereka untuk tidak lagi bermain-main di awal masuk sekolah. Selama ini ada kecendrungan siswa kalau di awal-awal masuk sekolah pasca liburan, beberapa orang di antara mereka masih menambah masa liburannya. Mereka beranggapan di awal sekolah biasanya belum belajar juga. Imej inilah yang harus diubah dengan cara langsung belajar.

Di hari ketiga, selain meneruskan proses pembelajaran di kelas, sekolah juga melaksanakan sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013 ini. Kabupaten Karimun yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 pada Tahun Pelajaran (TP) 2014/ 2015 ini memang 'merapel' pelatihan bagi guru selama bulan puasa lalu. Tentu saja dimaksudkan untuk mengejar ketertinggalan para guru di TP lalu yang di beberapa sekolah di luar Karimun sudah melaksanakan Kurikulum 2013. SMA Negeri 3 Karimun yang sebagian besar gurunya mengikuti pelatihan sejak sebelum dan selama Ramadhan, dan belum sempat 'menularkan' ke guru lain, maka dilaksanakanlah pada awal masuk sekolah ini.

Jujur saja, saya cukup bangga dan puas dengan kegiatan sosilasisi ini. Meskipun dilaksanakan di sela-sela proses pembelajaran di kelas, kegiatannya dapat berjalan dengan baik. Kegiatannya sendiri dimulai pada pukul 09.30 setelah para terlebih dahulu masuk kelas di tiga jam pertama. Selanjutnya  para guru yang tidak sedang melaksanakan pembelajaran, berkumpul di ruang majelis guru. Dengan dipandu langsung oleh Kepala Sekolah, kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan menampilkan para guru yang telah mengikuti pelatihan secara bergantian.

Beberapa materi yang disampaikan dan didiskusikan adalah pemetaan standar kompetensi pada Kurikulum 2013 dan membandingkannya standar di kurikulum sebelumnya. Tujuannya untuk melihat perbedaan materi yang mungkin harus disampaikan pada kelas XI yang pada TP ini menggunakan Kurikulum 2013 sementara ketika duduk di kelas X lalu mereka menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP) lama. Maka materi yang tersisa itu akan disampaikan dalam bentuk matrikulasi pada tahun ini. Itulah sebabnya diperlukan pemetaan tersebut.

Pada sesi berikutnya, para guru menyampaikan presentasi mengenai penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan Penilaian. Dua hal ini memang sangat penting dalam implementasi Kurikulum nanti. Dalam presentasi materi inilah saya melihat begitu bersemangatnya rekan-rekan guru. Boleh jadi karena memang menjadi tonggak utma untuk kesuksesan penerapan di kelas nanti. Setiap guru memanfaatkan untuk bertanya dan atau saling menambah informasi. Kelihatan sekali betapa guru bisa juga menggebu-gebu dalam kegiatan itu. Sungguh sangat membanggakan. Jika saja di ruang kelas nanti, mereka juga mampu membuat peserta didiknya untuk bversemangat, tentu proses belajarnya akan bagus sekali.***

Minggu, 03 Agustus 2014

Ramainya Pantai Pelawan di Akhir Pekan

Turis Asing di Pantai Pelawan
BERTEPATAN dengan suasana lebaran Idul Fitri 1435 dan akhir pekan, Ahad (03/ 08) ini begitu luar biasa ramainya Pantai Pelawan. Pantai Pelawan adalah salah satu dari dua pantai yang selalu dikunjungi selain Pantai Pongkar.. Jika Pantai Pelawan berada di Kecamatan Meral Barat maka Pantai Pongkar berada di Kecamatan Tebing. Pulau Karimun menjadi terkenal oleh kedua pantai dengan pasirnya yang putih itu.
Saya dan keluarga pada hari ini ikut menikmati suasana pantai di Kecamatan Meral Barat itu. Sekali-sekali kami berekreasi di Pantai Pongkar. Masing-masing pantai memang memiliki keistimewaannya. Di Pantai Pongkar terkenal dengan pasirnya yang lebih putih dan area pantai yang juga lebih tertata bersih. Tapi di Pantai Pelawan fasilitas umum dan permainan lautnya lebih lengkap. Di pantai yang ikut dibantu pengembangannya oleh perusahaan PT Saipem ini, ada boat dengan fasilitas pelampung untuk penumpang yang ingin mengharungi laut jauh ke tengah sana.

Yang saya rasakan pada akhir pekan yang kebetulan masih dalam suasana lebaran ini adalah begitu ramainya masyarakat yang berkunjung. Boleh jadi karena besok (Senin) juga akan sudah masuk kantor/ sekolah setelah libur selama puasa dan Idul Fitri. Begitu ramainya manusia, terasa sekali ketika akan mencri tempat duduk-duduk membentangkan tikar, sudah begitu sulit. Hampir semua lokasi di sepanjang tepi pantan sudah dipenuhi manusia. Waktu saya datang, sekitar pukul 10.30 itu manusia sudah sangat ramai di pantai itu.

Saya juga mencatat biaya masuk ke lokasi pantai yang mendadak naik dibanding hari-hari biasa. Jika di hari-hari libur biasa, harga tikcket masuk ke lokasi hanya 5-10 ribu rupiah saja untuk kenderaan roda empat, ternyata tadi waktu akan melewati gerbang ke lokasi pantai, para penjaga gerbang itu menyebut angka 50 ribu rupiah. Naik hingga 500 persen berbanding hari-hari lainnya. Tentu saja ini disebabkan oleh jumlah pengunjung yang membludak itu. Dan ternyata, ketika akan memarkir mobil mendekati pantai, para penjaga di sana juga meminta uang parkir kenderaan yang selama ini tidak pernah ada bayaran parkir itu. Semua perubahan ini jelas disebabkan oleh jumlah pengunjung yang sangat ramai itu.

Biaya yang mahal itu tentu saja tidak akan kami persoalkan. Kami yakin, para pengunjung lainnya juga akan diperlakjukan sama oleh para penjaga dan pengelola pantan itu. Seterusnya kami mencari tempat duduk. Kami juga sengaja membawa tikar pandan untuk alas duduk. Kami melihat masih ada tempat seukuran 3x4 meter yang kosong lalu kami bentangkan tikar kami di situ. Kami duduk sambil menghadap ke laut sana. Di sepanjang bibir pantai dengan pasir yang cukup putih itu sudah dipenuhi manusia. Di dalam air sepanjang pantai juga begitu ramainya orang mandi. Dari anak-anak hingga ke orang tua-tua ikut mandi.

Saya sendiri, ingin mandi waktu itu. Tapi saya putuskan akan mandi setelah solat zuhur saja. Dan setelah selesai solat dan makan, saya turun ke laut. Dengan membawa Akif (cucu satu-satunya) saya mulai membasahkan kaki lalu celana. Ini juga sekaligus memperkenalkan cucu berumur 10 bulan itu ke air laut. Walaupun dia masih takut pada walnya, tapi akhirnya dia suka dan ikut berbasah-ria juga. Saya, Kiki (anak saya) dan Ade (suaminya) ikut mandi bersama begitu banyaknya orang-orang yang mandi.

Hingga pukul 14.00 kami naik ke darat. Lalu mandi air tawar dengan membayar dua ribu rupiah dan ganti pakaian yang basah dengan yang kering, istirahat sejenak sambil menyantap makanan yang masih ada, selanjutnya kami kembali ke rumah. Dan saat akan menuju kenderaan yang ndiparkir cukup jauh, kami masih melihat ramainya orang yang datang. Mereka akan menambah ramainya Pantai Pelawan pada hari libur akhir pekan ini.*** 

Sabtu, 02 Agustus 2014

Dari Catatan Lebaran Bersama: Sedikit tapi Bermakna

Berpoto setelah makan bersama
SESUAI kesepakatan sebelum liburan sekolah tempo hari, Lebaran Bersama Idul Fitri 1435 H Keluarga Besar SMA Negeri 3 Karimun dilaksanakan pada Idul Fitri ke-6. Karena 1 Syawal jatuh pada hari Senin (28/ 07) lalu maka berarti Lebaran Bersama jatuh pada hari Sabtu (02/ 08) ini. Dan sesuai dengan kesepakatan pula, perjalanan Lebaran Bersama guru dan pegawai TU ini dimulai dari Teluk Air menuju ke Parit Benut. Kebalikan dari tahun 1434/ 2013 lalu yang dimulai dari Parit Benut dan berakhir di Teluk Air.

Tepat pukul 08.00 rekan-rekan guru dan pegawai TU sudah ada yang hadir di rumah Ibu Desi, rumah pertama memulai perjalanan saling berkunjung ini. Sebagaimana kebiasaan, setiap guru/ pegawai yang hadir dan ikut dalam perjalanan ini maka rumahnya akan dikunjungi secara bergantian. Dari satu rumah ke satu rumah lainnya. Setelah saling bersalaman dan makan-minum alakadarnya di satu rumah lalu menuju ke rumah berikutnya sesuai jadwal yang sudah disepakati.

Jadwal perjalanan Lebaran Bersama kali ini, setelah sarapan pagi --makan lontong-- di rumah Ibu Desi (Desseriyani) rombongan kami menuju ke rumah Pak Beni (guru Biologi) karena memang rumah dia yang paling dekat dari rumah pertama ini. Sekitar pukul 09.15 kami sudah berkumpul di rumah kedua. Kurang lebih setengah jam, perjalanan dilanjutkan ke rumah Agus Herwanto, pegawai Tata Usaha. Alasannya sama: itulah rumah terdekat dari rumah Pak Beni.

Setelah makan kueh-mueh (istilah orang Malaysia) di sini, kami meneruskan ke rumah Ibu Febri, guru Fisika. Dari rumah Agus di Kampung Harapan (Tebing) ke rumah Ibu Febri di Perumahan Canggai Puteri (Belakang Perumahan DPRD) yang juga masih di Kecamatan Tebing, terasa perjalanannya lumayan jauh. Maksudnya diperlukan juga waktu 10-15 menit di jalan. Dan setelah istirahat sejenak sambil makan-makan kue, kami meneruskan ke rumah Salmi, Pegawai TU juga. Dengan melewati jalan melewati Stadion Badang  Perkasa, lalu menuju arah ke Parit Benut, kami sampai di rumah Salmi sekitar pukul 11.00.

Seperti di rumah-rumah sebelumnya, acaranya hanya bersalaman, makan-minum dan lalu menuju ke rumah berikutnya. Dari rumah Salmi kami meneruskan ke rumah Ibu Pon di Parit Lapis. Dan dari sini meneruskan arah ke Meral dengan singgah di rumah Ibu Mega di sekitar Masjid Alhuda sebelum meneruskan ke rumah Ibu Titin di Perumahan TMK (Taman Mutiara Karimun). Dan ketika di rumah Ibu Titin kami mendengar suara azan. Untuk itu disepakati bahwa bagi sebagian yang mau solat (zuhur) dapat solat dulu baru melanjutkan perjalanan ke rumah terakhir, rumah Kepala Sekolah sendiri.

Saya tidak solat di sini. Saya dan isteri melanjutkan saja pulang ke rumah karena memang ke rumah lagi tujuan terakhir dari perjalanan Lebaran Bersama ini. Saya melaksanakan solat di rumah saja sambil menunggu kehadiran rekan-rekan lainnya.

Ada kenangan tersendiri di rumah terakhir ini. Isteri saya menyediakan menu nasi-soto sebagai hidangan terakhir. Seperti tahun-tahun lalu, di rumah Kepala Sekolah selalu disediakan menu makan siang sesuai waktu perjalan yang biasanya tepat di waktu siang. Kali ini mjenu makan siangnya diganti soto saja. tentu saja dilengkapi dengan makan-makan dan buah-buahan lainnya. Dan kenangan istimewa yang saya raskaan kali ini adalah karena kami makan tidak di dalam rumah seperti biasa. Kami makan di bawah teduhnya pokok mempelam yang tumbuh di halaman rumah. Sungguh kenikmatan tersendiri karena dihembus angin sepoi-poi di tengah teriknya matahari.

Buat saya, walaupun jumlah peserta Lebaran Bersama ini hanya setengah jumlah guru/ TU yang ada, namun ini cuku memiliki makna. Makna utama tentu saja tetap terjaganya tradisi Lebaran Bersama di lingkungan SMA Negegeri 3 Karimun dan tetap pula terjaga kebersamaan di antara para guru dan pegawai yang ada. Ini penting demi nama baik sekolah. Semoga terus terjaga di tahun-tahun yang akan datang.***
 
Copyright © 2016 koncopelangkin.com Shared By by NARNO, S.KOM 081372242221.